Ldnu: Penyerangan Terhadap Penyidik Kpk Novel Baswedan Melukai Umat Islam

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dinilai sebagai bentuk teror terhadap kebebasan beribadah bagi setiap orang. 

“Kebebasan beribadah dan beragama setiap orang dilindungi oleh UUD 1945, sehingga penyerangan terhadap Novel bisa disebut sebagai penghinaan terhadap UUD 1945,” ujar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta Utara dalam keterangannya, Sabtu (13/8/2017).

Penyerangan Novel, kata LDNU, dianggap sebagai sebuah bentuk balas dendam dari pelaku kejahatan korupsi kepada KPK.

Mereka menuntut adanya percepatan pengungkapan kasus Novel yang telah memasuki 4 bulan tanpa ada titik terang.

“Demi mempercepat pengungkapan pelaku penyerangan Novel secepatnya, LDNU Jakarta Utara mendesak Presiden Joko Widodo agar membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF),” imbuhnya.

LDNU Jakarta Utara juga menyatakan, penyerangan terhadap Novel melukai kehormatan umat muslim secara umum.

Pihaknya menyatakan hal tersebut terjadi karena penyerangan Novel terjadi saat dia usai melakukan ibadah salat subuh di masjid. 

“Hal ini tidak hanya menjadi masalah bagi saudara Novel Baswedan pribadi, tetapi juga melukai kehormatan kaum muslim,” katanya.

LDNU Jakarta Utara mengimbau kepada pengurus masjid se-Jakarta Utara untuk waspada agar kejadian seperti penyerangan Novel tidak kembali terulang. 

Menurut LDNU Jakarta Utara, pemberantasan korupsi merupakan bentuk jihad umat muslim, sehingga perlu dilakukan. 

“Pemberantasan korupsi merupakan Jihad fi Sabilillah,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya menghargai upaya dan kinerja yang telah dilakukan Polri dalam mengungkap kasus tersebut.

“Namun bahwa penanganan tersebut telah berjalan empat bulan tanpa ada titik terang, perlu menjadi perhatian presiden RI,” pungkasnya. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60