Lembaga Pemerhati Parlemen Desak Dpd Ri Dibubarkan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Sejumlah lembaga pemerhati parlemen mengecam sidang paripurna DPD yang rusuh dan berujung pada pemilihan Oesman Sapta sebagai Ketua DPD. Mereka terus mendesak agar DPD dibubarkan.

“Saya sepakat kalau kita harus membubarkan DPD karena kami melihat ketika parpol berkuasa di DPD dan DPR maka tidak ada bedanya,” ujar perwakilan dari Komite Pemantauan Legislatif (Kopel) Indonesia, Anwar Rozak dalam jumpa pers di PP Muhammmadyah, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017). 

Dualisme kepemimpinan, katanya, harus diakhiri. Lembaga DPD tidak kondusif untuk membuat kebijakan terkait dualisme kepemimpinan di DPD. Kerja DPD menjadi tidak efektif, tidak

Sementara itu, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengatakan, pihaknya tidak berkeberatan DPD dibubarkan jika tidak bisa menyelesaikan polemik yang terjadi saat ini.

Namun, ada proses panjang yang harus dilalui.  Menurutnya, pembubaran itu upaya terakhir kalau dia (DPD) tidak bisa selesaikan polemik ini.

“Saya tidak keberatan tapi tentu tidak mudah untuk bubarkan DPD karena harus melalui Amandemen undang undang dasar,” kata Donal. 

Sebagai langkah perbaikan untuk melawan perompak di DPD, dia menyarankan para anggota menyatukan suara perwakilan daerah yang non parpol.

“Menurut saya, langkah ke depan  orang-orang baik di DPD harus berkonsolidasi melawan upaya perompakan di DPD,” ucapnya.

Ini, sambungnya, menjadi suara publik yang harus didengar anggota DPD. Hati nuraninya yang harus didengar dengan mementingkan daerah. LN-NRQ

banner 300x250

Related posts

banner 468x60