LIC: PNS TOLAK IBUKOTA BARU MOMENTUM REKRUT SDM MUDA UNTUK INDONESIA MAJU

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews — Lira International Community (LIC) menilai hasil survay 97,4 persen Pegawai Negeri Sipil (PNS) menolak perpindahan ibukota menjadi momentum bersih-bersih untuk merekrut SDM Muda millenial dengan paradigma baru. Presiden Jokowi harus segera mempersiapkan secara matang kebutuhan SDM baru untuk mengantisipasi kebutuhan SDM di Kalimantan Timur.

“Adanya penolakan PNS dan mayoritas akan memilih pensiun dini merupakan hal yang justru menggembirakan. Dengan demikian pemerintah tidak perlu melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tanpa alasan. Tapi berdasarkan kemauan sendiri,” tegas HM. Jusuf Rizal Founder LIC yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kepada media di Jakarta.

Sebagaimana dilansir media dari hasil survey Indonesia Development Monitoring (IDM) 97,4 persen PNS Menolak pemindahan ibukota dari Jakarta ke Paser, Kalimantan Timur yang akan dimulai akhir tahun 2020.

Dari 97,4 persen tersebut 78,3 persen memilih mengajukan pensiun dini dan 19,8 persen memilih ikut pindah ke Kalimantan Timur.

Menurut LIC hasil survei tersebut menggembirakan karena mayoritas mau pensiun dini. Ini menjadi momentum emas bagi pemerintahan Jokowi untuk menata ulang pengelolaan PNS lebih baik lagi yang diambil dari SDN Muda dan millenial. Ini ibarat reengeenering SDM (menata ulang SDM)

Dikatakan kesulitan terbesar pengelolaan PNS saat ini adalah masih dengan budaya lama, lambat, cenderung KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), tidak semua familier dengan teknologi (revolusi industri 4.0), bahkan banyak yang terpapar faham intoleransi maupun yang tidak menerima Pancasila sebagai ideologi negara.

Di era millenium, lanjut Jusuf Rizal, SDM Pemerintah atau PNS dituntut memiliki “core competence” yang mampu menghasilkan “sustainable competitive advantage”. Salah satu faktor kunci menghasilkan “sustainable competitive advantage” adalah tersedianya “intellectual human capital kompetitif” yang memiliki sifat kreatif, inovatif, fleksibel dan entrepreneurship

Melalui keinginan PNS Pensiun dini, LIC menilai pemerintahan Jokowi harus mampu melakukan reengineering SDM sekaligus mengantisipasi ketersediaan SDM Pengganti agar tidak terjadi kekosongan posisi pegawai di pemerintahan dengan ibukota yang baru.

“Sebaiknya setelah pelantikan Presiden Periode 2019-2024, Jokowi-KH.Ma’ruf Amin sudah diberikan Formulir kepada seluruh PNS untuk menentukan mana yang mau pensiun dini atau ikut pindah agar cukup waktu mencari dan menseleksi SDM Muda yang potensial,” tegas Jusuf Rizal Ketua Presidium Relawan The President Center Proja (Pro Jokowi Amin) itu.

Menurut catatan redaksi, LIC (Lira International Community) merupakan organisasi profesional non politik yang didirikan 17 Agustus 2019 di Malaysia dan mengkhususkan pada pengembangan Individual, Leadership, Bussiness dan Community Development yang digagas LSM LIRA dalam mendukung Visi Indonesia Jokowi-KH.Ma’ruf .

Organisasi LSM LIRA merupakan pendukung Jokowi-Amin pada Pilpres 2019 dengan mendirikan Rumah Relawan Nusantara (RRN) The President Center(TPC) yang menggunakan jaringan LSM LIRA seluruh Indonesia. LN-RED

Wed Aug 28 , 2019
Jakarta, LiraNews — Dalam rapat Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (27/08/2019), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan iuran BPJS Kesehatan menjadi 160.000 rupiah per bulan per jiwa untuk layanan kelas 1 dan 120.000 rupiah untuk kelas 2. “Kenaikan iuran ini akan membuat kinerja keuangan BPJS Kesehatan semakin sehat Hitungannya, kalau […]