Lima Orang Penjual Satwa Dilindungi Tidur di Polda

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Kembali Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap pelaku tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di wilayah Jawa Timur. Polisi mengamankan lima pelaku, mereka adalah, AS, (28) warga Desa Sukowetan Kecamatan Karangan, Trenggalek, SM (30) warga Dusun Pati Desa Puworejo, Ngunut Kabupaten Tulungagung, FS (30) warga

Dusun Sumurwarak Desa Purworejo, Ngunut Kabupaten Tulungagung, DK (36) warga Dusun Recobarong Desa Ngunut, Ngunut Kabupaten Tulungagung dan IS (43) warga Desa Kilensari, Panarukan Kabupaten Situbondo.

Mereka diamankan dibeberapa tempat berbeda diantaranya, di Dusun Tamtu Kelurahan Sukowetan Kecamatan Karangan, Trenggalek, di Dusun Pati Desa Puworejo Kecamatan Ngunut, Tulungagung, di Dusun Sumurwarak, Desa Purworejo Kecamatan Ngunut, Tulungagung dan di Dusun Recobarong Desa Ngunut Kecamatan Ngunut, Tulungagung serta di Panarukan Kabupaten Situbondo.

Dalam konferensi pers, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, menerangkan, berawal pada awal tahun Januari 2020, Petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan satwa yang dilindungi dan terjadi wilayah Trenggalek.

Setelah dilakukan proses penyelidikan, berhasil menangkap seorang pedagang spesialis satwa dilindungi yakni AS, yang kemudian dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang pelaku perdagangan satwa lain di wilayah Tulungagung yakni SM, FS dan DK.

“Pelaku AS, SM, FS dan DK ini telah melakukan tindak pidana memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati dengan menggunakan fasilitas media sosial dengan jaringan perdagangan illegal satwa dilindungi,” kata Irjen Pol Luki Hermawan, Kapolda Jatim, Selasa (4/2/2020).

Setelah dilakukan pengembangan terhadap jaringan pelaku satwa dilindungi di wilayah Kota Surabaya dan berhasil mengamankan barang bukti satwa dilindungi berupa 27 ekor Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)

Kemudian, dilakukan pengembangan lagi dan dapat mengamankan IS, pedagang kerajinan laut dengan menggunakan bahan berupa bagian satwa dilindungi di wilayah Situbondo.

Dari keterangan saksi dari BBKSDA Jawa Timur, perbuatan tersangka AS, SM, FS dan DK tersebut telah melanggar Pasal 40 ayat(2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Para pelaku ini mengaku telah melakukan kegiatan memperniagakan satwa yang dilindungi tersebut selama 2 (dua) tahun, mulai tahun 2018 sampai dengan tahun 2020,” tambah Luki.

Mereka juga mengatakan mendapatkan satwa dilindungi dari jaringan perdagangan satwa Nasional melalui group media sosial. Selain itu, pelaku ini memperdagangkan satwa langka tersebut melalui media sosial dengan cara sistem terputus.

Dari mereka, Polisi Polda Jatim mengamankan barang bukti, Satwa dilindungi sebanyak 53 ekor, terdiri dari, dalam keadaan hidup, sebanyak 41 ekor, yaitu 19 ekor Kakatua Maluku (Cacatua Moluccensis), 1 ekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), 1 ekor Elang Brontok Hitam (Nisaetus cirhatus), 1 ekor Julang Emas (Rhyticeros undulatus).

1 ekor anakan Julang Emas (Rhyticeros undulatus, 1 ekor Trenggiling (Manis javanica), 4 ekor Kukang (Nycticebus spp), 1 ekor Alap-Alap Sapi (Falco moluccensis), 1 ekor Binturung (Arctictis binturong), 1 ekor Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), 2 ekor Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris).

Sementara, Satwa dilindungi dalam keadaan mati, sebanyak 12 ekor, yaitu 8 ekor Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis), 2 ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), 1 ekor Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris), 1 ekor Julang Emas (Rhyticeros undulatus).

Disita pula 55 biji Kerang Kepala Kambing (Cassis cornuta), 530 biji Kerang Kima (Hippopus hippopus dan Hippopus porcellanus), 25 biji Kerang Triton Terompet (Charonia tritonis). LN-Alamuddin

banner 300x250

Related posts

banner 468x60