Logo Resmi HUTDA ke-22 Kabupaten Buol Penuh Makna Filosofi

Gravatar Image
  • Whatsapp

Buol, LiraNews – Logo Resmi HUTDA ke-22 Kabupaten Buol 2021 Penuh Makna Filosofi

1. Bentukan Angka 22 dengan desain Slim dan saling bertautan menggambarkan fleksibilitas dan Kebersamaan Pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan tantangan daerah yang dinamis termasuk Pandemi Covid-19.

Read More
banner 300250

2. Dalam Logo ini terdapat Ikon – Ikon melambangkan kebudayaan dan sumber daya sebagai ciri khas Kabupaten Buol, mulai dari Samada, Motif Bunga Tabong, dan Gula Merah. dengan makna masing – masing :

– Samada: merupakan topi kebesaran masyarakat buol, dimana ujung topi atau samada diambil dr lafadz Allah yg bermakna bahwa masyarakat buol percaya Adanya Tuhan yaitu Allah SWT,

Alhamdulillah terkait Penggunaan SAMADA ini, telah mendapat restu dan petunjuk yang Mulia Raja Buol.

– Tabong: merupakan daun yg di pakai setiap kegiatan adat yg berfungsi sebagai penawar atau mengusir roh2 jahat yg bermakna bahwa masyarakat buol selalu hidup berdampingan dan tetap di berikan kesehatan oleh Allah SWT.

– Gula merah : merupakan salah satu kuliner khas buol yg terkenal bersihnya dan manisnya dan juga menjadi oleh2 khas buol maknanya suatu harapan atau keinginan menuju kebaikan.

3. Warna dalam Logo adalah Warna Adat Kabupaten Buol, dengan makna :

– Hijau melambangkan Kesuburan dan Budaya Religius

– Kuning melambangkan Keagungan

– Merah melambangkan Keberanian

4. Tipografi Huruf yang mudah dibaca dengan bentuk yang dinamis (tidak kaku)

5. Ikon Samada dibuat sebagai latar belakang (Background) sebagai tanda bahwa Kabupaten Buol tetap menjunjung tinggi nilai adat dan budaya.

Ir.ABDUL KARIM MBOU Bupati Pertama Kabupaten Buol

Logo ini sudah telah dishare ke beberapa praktisi budaya buol. untuk mendapatkan saran dan masukan. Alhamdulilah ada beberapa Kritikan diantaranya :

1. Kenapa Bentuk Bunga Tabongnya seperti Sayap bukan selayaknya bunga.

Bahwa ikon bunga tabong yang ada dalam logo adalah bentuk Kreativitas pakaian Carnaval budaya Buol yang pernah ditampilkan di Istana Negara Jakarta.

2. Kenapa Gula Merahnya harus ada yang terbungkus dan ada yang terbuka. Bukan selayaknya Gula merah pada umumnya ?

bahwa bentuk Gula Merah yang ada adalah bentuk Asli Motif Batik Tulis Buol yang di inisiasi oleh Sanggar Seni Ngang Buol, yang mana telah dilaunching oleh Wakil Bupati Buol dalam acara Budaya bersama TVRI Sulteng beberapa Bulan kemarin, jumlahnya 2 yang terbuka dan 2 yang terbungkus agar identik dengan Hutda ke-22.

Logo ini telah disetujui oleh Pimpinan Bapak Sekretaris Daerah dan telah mendapatkan ijin untuk di share, dan dapat digunakan kebutuhan HUTDA kepada seluruh OPD dan Panitia Pelaksana.

Selamat Menyambut HUTDA ke-22 Kabupaten Buol

(Purnomo/FG-LN)

Related posts