LSM LIRA Dukung Napoleon Bonaparte Bongkar Penerima Suap dari Djoko Tjandra

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mendukung penuh langkah Irjen Pol. Napoleon Bonaparte membongkar penerima aliran dana suap Rp7 miliar dari terpidana cessei Bank Bali Djoko Tjandra kepada berbagai pihak.

“LSM LIRA memberikan dukungan moril kepada Irjen Pol Napoleon Bonaparte membongkar penerima suap uang haram dari Djoko Tjandra yang diduga mengalir jauh, baik dilingkungan Kepolisian, Kejaksaan maupun institusi lainnya,” tegas Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal kepada media di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Read More

banner 300250

Jusuf Rizal yang saat Pilpres 2029 menjadi Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin The President Center, menilai apa yang disampaikan Napoleon tentu tidak main-main.

“Jenderal bintang tiga itu pasti merekam siapa-siapa yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra. Bakal banyak oknum elit Yudikatif yang diduga akan terseret. Ini seperti Jeruk Makan Jeruk, jika dibongkar,” tegas Jusuf Rizal.

Sebagaimana diketahui kasus terpidana cessei Bank Bali 1999 itu, Djoko Tjandra sempat dinyatakan kabur dan buronan Kejakgung, dan Interpol sejak 2009. Tetapi, Djoko Tjandra berhasil masuk ke Indonesia sepanjang Juni 2020 lalu tanpa tertangkap, dan tak terdeteksi dalam sistem imigrasi. Dari pengungkapan, diduga terjadi penghapusan nama Djoko Tjandra, dalam daftar pencarian orang (DPO) di interpol dan imigrasi

Dalam kasus ini ditemukan keterlibatan oknum petinggi Polri yang membantu penghapusan red notice Djoko Tjandra, diantaranya Kadiv Hubinter Mabes Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dan Brigjen (Pol) Nugroho Slamet Wibowo dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia

Bareskrim Polri kemudian resmi melimpahkan berkas perkara suap penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung (Kejakgung) via Kejari Jaksel, pada Jumat (16/10).

Saat diserahkan penahananya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel), Napoleon Bonaparte menyampaikan ancaman akan membongkar semua orang-orang yang terlibat menerima uang pemberian suap dari terpidana Djoko Tjandra.

Mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri itu menegaskan, dirinya tak main-main untuk mengungkapkan siapa saja yang terlibat selain dirinya yang menerima suap Rp.7 Miliar dari Djoko Tjandra. “Akan ada waktunya. Ada tanggal mainnya. Kita buka semuanya nanti,” tegas Napoleon melanjutkan.

Selain Napoleon, tersangka yang ikut dilimpahkan yakni, tersangka Brigjen Prasetijo Utomo, serta tersangka Tommy Sumardi, dan Djoko Tjandra. Namun, hanya ada tiga tersangka yang dibawa ke Kejari Jaksel. Sedangkan, tersanga Djoko Tjandra, berkasnya dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat (Jakpus).

“Kasus ini menarik jika Napoleon Bonaparte benar-benar membuka semua. Saya yakin pasti ada keterlibatan kelompok strategis yang ikut bermain. Sama juga dengan adanya dugaan keterlibatan jual beli SP3 yang kini LSM LIRA tangani atas laporan masyarakat yang diduga turut melibatkan elit-elit Polri maupun partai politik,” tegas pria berdarah Madura-Batak yang juga Sekjen Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) itu

banner 300x250

Related posts

banner 468x60