LSM LIRA: KELOMPOK GANGGU PANCASILA DAN NKRI HARUS DI BRANGUS DARI BUMI PERTIWI

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews —- Pemerintah dan masyarakat perlu waspadai gerakan kelompok tertentu yang ingin merongrong Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa yang bersifat final. Kelompok yang meronggong dan mengganggu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika menurut LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) harus dibrangus dari bumi pertiwi.

Hal tersebut disampaikan Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal menjawab pertanyaan Wartawan disela-sela Seminar Pancasila Perekat Bangsa yang dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan di Hotel Sahid Jakarta menanggapi adanya sekelompok masyarakat yang ingin mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci (Al Qur’an) di atas ayat konstitusi.

Hadir dalam Seminar tersebut Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Try Sutrisno, Rahmawati Soekarnoputri, Solahuddin Wahid, serta sejumlah tokoh agama maupun aktivis. Menhan, Try Sutrisno dan Rahmawati menyebutkan bahwa Pancasila dan NKRI harga mati.

Menurut Jusuf Rizal bahwa Pancasila sebagai ideologi sudah bersifat final. Siapapun yang mencoba mengubah dan merongrong ideologi bangsa Indonesia harus dilawan. Untuk itu LSM LIRA meminta kepada Pemerintah bersikap tegas, siapapun yang melanggar dan berusaha merobek Pancasila, hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Begitu juga dengan NKRI adalah harga mati. Tidak ada NKRI Syariah yang berlandaskan pada ayat suci sebagai konstitusi diatas konstitusi negara. Ini sama dengan mau membuat negara dengan ideologi baru di negara Indonesia. Negeri ini dibangun atas dasar kesepahaman dari keberagaman dari banyak agama, suku, ras maupun golongan (Bhinneka Tunggal Ika) sesuai dengan UUD 1945.

“Dalam konteks kenegaraan pemikiran yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi negara khilafah itu merupakan kejahatan. Pemikiran yang mau menjadikan NKRI syariah dengan konstitusi kitab suci diatas konstitusi negara, menurut saya hukumnya haram. Itu bisa merusak dan merobek persatuan dan kesatuan yang terus kita perkuat dan pertahankan,” tegas Jusuf Rizal yang juga kader NU itu.

Menurutnya, faham-faham yang berbau komunis maupun yang mengatasnamakan agama yang merongrong Pancasila dan NKRI harus di berangus dari bumi pertiwi. Indonesia bukan negara Islam tapi negara yang melindungi seluruh rakyat Indonesia, baik ras, suku, banyak agama maupun golongan.

“Karena itu LSM LIRA meminta pemerintah, penegak hukum serta seluruh lapisan masyarakat, tokoh dan pemuka agama ikut menjaga Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 secara sungguh-sungguh. Kita tidak ingin Indonesia pecah seperti negara-negara lain,” tutur Jusuf Rizal. LN-RED

Mon Aug 12 , 2019
Bandar Lampung, LiraNews – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Bandar Lampung memotong 4 ekor sapi dan satu ekor kambing, di kantor Golkar, Senin (12/8/2019). Ketua panitia Qurban DPD Partai Golkar Bandar Lampung Iskandarsyah Komarudin mengatakan, hewan kurban dari pengurus dan kader Golkar terdiri dari Ketua DPD Golkar […]