LSM LIRA : Keluhan Rakyat Jadi Prioritas, Usut Tuntas Akal Licik Para Cukong Tambang Penipu Rakyat

Kotamobagu, LiraNews – Langkah penertiban tambang Ilegal oleh Polda Sulawesi Utara beberapa waktu lalu, di bawah Komando langsung Bapak Kapolda Irjen Pol.Royke Lumowa,SH.MM hanya terkonsentrasi di lokasi pegunungan Rumagit perkebunan Potolo Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan Bol-mong.

Ternyata ada beberapa lokasi yang sama seperti itu, terbukti seperti di perkebunan Monsi Bolingongot dan beberapa lokasi lainnya terdeteksi pekerjaannya sejenis yang diduga tidak mengantongi ijin pengolahan alias Ilegal.

Beberapa warga masyarakat asal Desa Toruakat Kecamatan Dumoga Bol-Mong, menemui Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat – Lumbung Informasi Rakyat ( LSM LIRA ) Sulawesi Utara, Hi.Moh.Efendi Mokodompit, SE. MM, dibawah ajakan dari pemilik lokasi Andri Runtuwene dan Jendri Runtuwene di saksikan oleh salah satu unsur Pemerintah Desa Toruakat.

Sonny Paat menyampaikan, lahan milik mereka seluas 6,5 hektare sudah dirusak oleh Yance Tanesia cs, dalam kurun waktu kurang lebih 10 Tahun. Awalnya Yance Tanesia, terangnya, melakukan hitungan tanaman untuk dilakukan ganti rugi.

“Kami beranggapan mungkin akan di buatkan jalan menuju lokasi pertambangan saat itu Perusahaan milik Yance Tunesia adalah PT.Bulawan Daya Lestari,” ujar Sonny.

Namun kenyataannya Yance Tanesia cs melakukan kegiatan bertolak belakang dari isi surat pembayaran tanam tumbuh itu, terbukti Yance melakukan penggusuran.

“Larangan agar jangan ada penggusuran di lokasi lahan milik kami (Andri Runtuwene-red) tidak ada respon, sebab termuat dalam berita acara adalah Perjanjian pembayaran Tanaman, dengan nilai sesuai jenis tanaman uang sejumlah Rp.30.000.000,0 (tiga puluh juta rupia-red),” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam lahan tersebut berdiri satu bangunan pengolahan emas secara manual. Di tempat itu ada material berupa ampas sisa hasil olahan sebanyak ribuan karung, di perkirakan material ampas tersebut bila diolah mengunakan bak rendaman, bisa menghasilkan puluhan kilo gram logam mulia (emas-red).

“Tapi kesemuanya itu tidak di serahkan pada kami. Terlalu banyak janji-janji di lontarkan oleh Yance Tanesia cs, namun kesemuanya hanya menjadi isapan jempol pada kami, tuntutan saat itu hingga melayangkan surat aduan kepada Bapak Gubernur Sulut tertanggal 1 November 2010, dan hasilnya adalah pembayaran sejumlah tanaman tumbuh, bukan lahan atau lokasi,” terang Andry Runtuwene.

Efendi Mokodompit, ketika mendengar penjelasan tersebut mengatakan, LSM LIRA akan melakukan pengusutan lewat Tim Advokasi LIRA terhadap tindakan para cukong yang dengan sengaja melakukan pembohongan.

“Sebab LSM LIRA mengutamakan keluhan rakyat, kemudian akan mengusut tuntas akal licik para cukong tambang penipu rakyat, LSM LIRA sekarang telah mengatongi beberapa pelaku perusakan lingkungan. Namun belum tersentuh dengan hukum, mohon kepada Bapak Kapolri Jendral Pol. Idham Azis agar dapat menurunkan perintah tegas kepada Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol.Royke Lumowa, SH. MM agar penanganan cukong mafia tambang Ilegal tidak tebang pilih, harus dilakukan penindakan bagi oknum pelaku lainnya,” tegas Efendi Mokodompit.

Sementara itu, penanggung jawab PT. Bulawan Daya Lestari (BDL-red), beberapa kali dikunjungi di lokasi, tidak dapat terkonfirmasi. Untuk lengkapnya pemberitaan ini, akan tetap berusaha dapat berkomunikasi dengan para pihak terkait dengan keluhan dari masyarakat Desa Toruakat ini. LN-Sutimin Tubuon