LSM LIRA Medan Desak Kadis Pariwisata Cabut Izin Karaoke Crypton

  • Whatsapp
banner 468x60

Medan, LiraNews – Walikota LSM LIRA Medan Drs. Sam’an Lubis didampingi Wasekjend LSM LIRA Sumut Hendra Idris SE mendesak Kadis Pariwisata untuk mencabut izin tempat hiburan Karaoke Crypton.

“Tidak ada satu orang pun di Negara Republik Indonesia ini yang kebal hukum, karena Negara Kita adalah Negara Hukum sehingga siapapun orangnya yang melanggar hukum, baik hukum yang dilanggar itu berupa UU, Perda ataupun Peraturan Walikota (Perwal) wajib ditindak sesuai hukum positif yang berlaku di Negara ini,” ujar Sam’an Lubis.

Sementara itu Kadis Pariwisata Agus Suriyono ketika pihak LSM LIRA mencoba memintai keterangannya melalui WA, mengenai apa “sikap, tanggapan, serta tindakannya” terhadap Karaoke Crypton yang terus membandel dan melanggar Ketentuan Operasional dari Perda dan Perwal, sedikitpun Agus tidak merespon pertanyaan yang disampaikan pihak LIRA melalui jalur pribadi WA nya tersebut.

Menurut Sam’an Lubis, hal ini sangat bertolak belakang seperti yang pernah disampaikannya beberapa waktu lalu ketika Agus menerima audiensi Wasekjend LIRA Sumut Hendra Idris. Agus menyatakan pihaknya (dinas pariwisata) akan selalu siap bersinergi dan bekerjasama dengan pihak media, dan lembaga independen yang ada di Medan khususnya LSM LIRA dalam mengawal pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh tempat hiburan yang ada di Medan.

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Karaoke Crypton tentang jam tayang operasionalnya yang sudah melampaui batas, Agus bahkan pernah menyatakan dirinya sebagai Kadis telah turun langsung bersama beberapa stafnya di dinas pariwisata untuk melakukan pembinaan terhadap manajemen karaoke crypton.

“Ternyata apa yang dilakukan Agus dan stafnya tersebut sepertinya dikangkangi oleh pihak manajemen Crypton, karena terbukti karaoke tersebut masih terus beroperasi selama 24 jam tanpa menghiraukan pembinaan yang sudah dilakukan pihak dinas pariwisata,” kata Sam’an Lubis.

Padahal, terangnya, dalam Peraturan Menteri Pariwisata (Permenpar) terbaru No 10 tahun 2018 jelas diamanatkan pada Pasal 34 sebagai berikut:

(1) Dalam hal hasil pengawasan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 33 ditemukan ketidaksesuaian atau penyimpangan, Menteri, Gubernur, dan Bupati/Wali Kota mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:
a. peringatan;
b. penghentian sementara kegiatan berusaha;
c. pengenaan denda administratif; dan/atau
d. pencabutan TDUP
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dari ketentuan Pasal 34 yang diamanatkan oleh Permenpar 10 tahun 2018, sudah sangat jelas seharusnya Dinas Pariwisata Medan bisa mengambil tindakan terhadap setiap tempat hiburan yang melanggar Perda ataupun Perwal, tindakan terakhirnya adalah dengan mencabut izin TDUP dari tempat hiburan yang melanggar aturan baik Perda maupun Perwal terkhusus masalah karaoke crypton ini.

“Akan tetapi tindakan ini tidak pernah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Medan yang di nakhodai oleh Agus Suriyono, jadi tak heran apabila masyarakat menilai bahwa pihak pengusaha crypton disinyalir sudah “main mata” dengan Agus selaku Kadisnya,” cetusnya.

Meskipun banyak yang meragukan kalau pihak media maupun lembaga independen yang protes terhadap pelanggaran yang dibuat Crypton ini mampu menutup jalannya operasional karaoke tersebut, namun Walikota LSM LIRA Medan Sam’an Lubis tetap optimistis bahwa Crypton Karaoke, jika tetap beroperasi dengan cara melanggar aturan Perda dan Perwal serta norma-norma yang ada di masyarakat medan khususnya dan Sumut pada umumnya, crypton karaoke harus ditutup.

Dan jalan hukum yang akan ditempuh LSM LIRA Medan diantaranya akan menyurati pihak-pihak instansi yang berkompeten dari mulai PLT Walikota, Polrestabes Medan bahkan Poldasu dan bila perlu sampai ke Mabes Polri.

“Apabila dengan jalur formal seperti ini pun tidak di respon oleh pihak yang berkompeten, maka jalur terakhir yang akan di tempuh oleh pihak LSM LIRA adalah akan melakukan “Class Action”, yakni dengan menurunkan relawan-relawan LIRA dari mulai kecamatan sampai kelurahan se Kotamadya Medan dengan melakukan “Aksi unjuk rasa damai” sampai dengan crypton karaoke tutup, demikian jelas Sam’an, menutup keterangannya kepada medanpos,” pungkasnya. LN-HEN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60