LSM LIRA: Pemerintah Hendaknya Umumkan Penderita Suspec Covid 19 Untuk Cegah Penyebaran

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews — Semestinya pemerintah mengumumkan data penderita suspec Virus Corona (Covid 19) agar masyarakat yang pernah bersentuhan atau kemungkinan terpapar dengan penderita dapat dengan mudah ditraking. Dengan dirahasiakannya, itu menjadi masalah baru, sebab penyebarannya sulit terdeteksi, lebih-lebih pemerintah memiliki keterbatasan melakukan tracking

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal kepada media di Jakarta terkait kerahasiaan penderita Suspec (terinveksi) Virus Corona menjawab pertanyaan media, “Apa tidak sebaiknya pemerintah membuka data penderita suspec” agar masyarakat yang pernah berhubungan dengan penderita bisa memeriksakan kesehatannya sejak dini.

“Semestinya tidak perlu lagi data penderita suspec Virus Corona dirahasiakan. Pemerintah sudah menetapkan penyebaran Virus Corona sebagai bencana nasional non alam. Penanggulangan dan kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga masyarakat,” tegas pria yang juga Tim Relawan Jokowi-KH. Maruf Amin The President Center pada Pilpres 2019.

Dikatakan dengan menyembunyikan data penderita suspec Virus Corona, maka masyarakat tidak memiliki kewaspadaan dini ketika berhubungan dengan penderita. Dampak negatifnya masyarakat yang berhubungan tidak mengetahui dirinya tertular dan akan terus berantai. Padahal jika diumumkan, masyarakat dengan kesadaran sendiri dapat memeriksakan kesehatannya.

“Contoh soal yang paling mudah adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dikatakan positif terkena Virus Corona. Semua orang yang pernah berhubungan atau berdekatan dengan Budi Karya Sumadi segera memeriksakan diri. Inilah salah satu contoh kenapa data penderita suspec Virus Corona tidak perlu ditutupi,” tegas Jusuf Rizal

Saat ini pemerintah sudah harus terbuka menyampaikan data penderita suspec Virus Corona untuk memudahkan “tracking masyarakat” berdasarkan kesadaran sendiri untuk melapor atau memeriksakan diri sejak dini. Sebab tidak mudah pemerintah melakukan tracking masyarakat yang pernah berdekatan dengan penderita suspec Virus Corona.

Selain itu penderita suspec Virus Corona, jika lebih dini mengetahui dirinya terpapar, peluang untuk disembuhkan lebih besar seperti penderita Suspec Virus Corona Nomor 1 dan 2 di Depok. Masyarakat tidak perlu takut dikucilkan karena terpapar Virus Corona. Karena itu data penderita juga tidak perlu dirahasiakan. Justru karena dirahasiakan itu penyebarannya menjadi tidak terdeteksi.

Saat ini jumlah terinfeksi Virus Corona di Indonesia yang baru diketahui sudah mencapai 172 orang yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulsel, Palembang dan Banten. Melihat penyebarannya bisa jadi jumlah terinveksi masih akan terus bertambah jika pemerintah tidak cepat mengatasinya. Jika penyebaran sampai ke daerah-daerah akan sulit di tracking.

“Sebaiknya pemerintah fokus tracking mereka yang pernah berdekatan dengan penderita suspec virus Corona. Kemudian membatasi wisatawan asing yang berasal dari negara terpapar Virus Corona. Selain tentu perlunya penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan Virus Corona oleh setiap Pemda,” tegas Sekjen Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) itu. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60