LSM LIRA se-Jawa Timur Laporkan BPWS terkait Dugaan Manipulasi Pembebasan Lahan Suramadu

  • Whatsapp
banner 468x60

Bangkalan, LiraNews – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat atau LIRA se Jawa Timur mendatangi Polres Bangkalan, untuk melaporkan Dugaan Mal Praktek dalam proses pembebasan lahan Suramadu, Jumat (20/3/2020) pagi.

Kedatangan rombongan LSM LIRA dipimpin Wapres LIRA Bidang Hukum dan OKK Irham Maulidy. Ia didampingi Bupati LIRA Bangkalan Mahmudi Ibnu Khotib, Bupati LIRA Probolinggo Samsudin SH, Walikota LIRA Surabaya Bambang Assraf, Asisten 1 LIRA Kota Probolinggo H.Usman, Bupati LIRA Sampang Sudar dan Direktur LBH LIRA Jatim Asman Afif Ramadhan SH.

Irham Maulidi sebagai Wakil Presiden LSM LIRA mengatakan, selain melaporkan BPWS, juga melaporkan KJPP Immanuel, Jhonny dan rekan, tim 9 dan tim Apprisal pembebasan lahan akses Suramadu.

Ia menilai proses pembebasan lahan di Pondok Pesantren Al-Ittihad Yasi di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan dilakukan asal-asalan, penuh rekayasa dan manipulasi.

“Kita laporkan karena ada perbedaan harga hasil apprisal yang cukup jauh, lahan pondok kami harganya sangat rendah, sementara lahan yang dipelosok harga pembebasan lahannya tinggi,” ungkap Irham, Jumat (20/3) di Mapolres Bangkalan.

“Di atas lahan itu berdiri SMA Yasi milik Ponpes Al-Ittihad Yasi,” tambah dia.

Masih kata Irham, surat pemberitahuan pembebasan lahan seluas 2.688 meter itu dibuat asal-asalan karena tidak ada kop surat dan tanda tangan berstempel resmi dari instansi terkait.

“Tanah kami hanya dihargai satu juta sembilan ratus, sementara dipelosok rumah yang tidak ditempati dihargai dua juta lebih ini mencurigakan,” ujarnya.

Irham meminta aparat kepolisian Polres Bangkalan mengusut tuntas dugaan manipulasi dan mark up pembebasan lahan di pondoknya itu. Karena seharusnya tim pembebasan lahan memberikan harga yang tinggi karena lahan milik pondok pesantren.

“Kami minta ini diusut tuntas, kami berharap BPWS jangan sewenang wenang, mereka mestinya kooperatif dalam membebaskan lahan milik pondok pesantren,” katanya.

“Ini kan lahan milik pondok pesantren seharusnya harganya lebih tinggi, karena kalau membangun (pondok) lagi kan butuh dana besar, justru karena pondok ini berada dipintu suramadu maka harus dibantu dibangun yg bagus justru jangan dikorbankan seperti ini” tambah Irham seraya menutup pembicaraan.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja membenarkan atas laporan dari LSM LIRA tersebut. Namun, pihaknya akan mempelajari laporan tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Iya ada laporan, akan kami pelajari dulu,” katanya singkat. LN-Anis

banner 300x250

Related posts

banner 468x60