LSM LIRA Sulut : PT J-Resources Bolaang Mongondow Harus Fahami Aturan, Jangan Berbohong

  • Whatsapp
banner 468x60

Sulut, LiraNews – Fungsi CSR secara umum yaitu sebagai suatu bentuk tanggung jawab dari Perusahaan terhadap pihak terlibat atau terdampak baik secara langsung atau tidak langsung atas apa yang menjadi aktifitas Perusahaan.

Ada 5 (lima) pilar yang mencakup kegiatan CSR, yaitu pertama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam perusahaan dan juga masyarakat, kedua, peningkatan ekonom masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan, ketiga, terjalin hubungan baik antara corporate dengan lingkungan sosial, keempat, membantu memperbaiki tata kelola perusahaan, dan yang kelima, adalah upaya pelestarian lingkungan, baik lingkungan fisik hingga lingkungan sosial dan budaya.

Read More

banner 300250

LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Sulawesi Utara melalui Tim Investigasinya menemui kejanggalan tentang kewajiban perusahaan terhadap Desa Binaan Lingkar Tambang oleh perusahaan PT J-Resources Bolaang Mongondow. Adapun kejanggalan tersebut adanya laporan dan keluhan dari 10 (sepuluh) Kepala Desa tentang kewajiban perusahaan sesuai aturan bahwa perusahaan berkewajiban memberikan bantuan kepada Desa Lingkar Tambang ini.

Saat Pertemuan PT J-RBM Dan Beberapa Kepala Desa Lingkar Tambang Di Salah Satu Caffee Di Bilangan Kotamobagu.

Namun temuan di lapangan sudah 6 (enam) bulan ini perusahaan sudah tidak lagi menjalankan kewajiban mereka pada Desa sesuai tujuan dari CSR itu sendiri. Adapun kesepuluh Desa tersebut adanya di Kecamatan Pinolosian Timur sebagaian, dan sebagian dari Kecamatan Pinolosian Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Dengan adanya perlakuan dari pihak perusahaan seperti itu, para Kepala Desa menanyakan pada perusahaan dalam gelar temu yang di laksanakan pada hari Jum’at Tanggal 8 Agustus 2020 malam bertempat di salah satu Caffe di bilangan Kota Kotamobagu. Dari pihak perusahaan hadir Broto dan petinggi lainnya.

Pihak Investigasi LSM LIRA Sulut menemui beberapa Kepala Desa untuk menanyakan hasil pertemuan itu, dari keterangan Kepala Desa menjelaskan, mereka disuruh membuat proposal untuk permintaan CSR.

“Kami dari 10 Desa ini disuruh untuk membuat proposal sebagai bentuk permintaan yang akan di teruskan ke Presiden Direktur PT J-Resources Bolaang Mongondow di Jakarta, itu pesan Pak Broto,” ata Kepala Desa yang enggan namanya.

Dengan adanya suruhan dari Pak Broto atas nama perusahaan PT J-Resources Bolaang Mongondow sesuai keterangan itu, Tim Investigasi LIRA merasa bahwa ini sudah tidak elok lagi, perusahaan ini bukan baru mau di sosialisasikan, tapi sudah hampir 14 Tahun melakukan kegiatan penambangan.

“Perlu kami (LSM-LIRA) Sulut sampaikan bahwa sesuai data yang kami kantongi bahwa, luas wilayah yang di kuasai oleh PT J-RBM, 80-an persen lebih adalah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sangat wajar dan pantas di prioritaskan CSR-nya di wilayah Bolaang Mongondow Selatan, PT J-Resources Bolaang Mongondow harus fahami aturan, jangan berbohong,” ucap Tim Investigasi LSM LIRA Sulut.

Dari pihak perusahaan, dalam hal ini PT J-Resources Bolaang Mongondow, hingga pemberitaan ini ditayangkan tidak dapat terkonfirmasi. Namun dari pihak media tetap berkomitmen menanti tanggapan balik dari PT J-RBM. LN-Sutimin Tubuon

banner 300x250

Related posts

banner 468x60