Lsm Lira Undang Penggiat Anti Korupsi Gabung Ganyang Kkn

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com — Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal mengundang para penggiat anti korupsi bergabung di LSM LIRA ganyang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Saat ini perlemahan terhadap pemberantasan KKN terus terjadi dan ini akan membahayakan bagi kemajuan, pembangunan dan masa depan bangsa.

“LSM LIRA menilai saat ini upanya pemberantasan KKN makin lemah. Beberapa preseden penegakan hukum yang tidak profesional dalam memberantas KKN, membuat banyak penggiat anti korupsi menjadi apatis. Aroma pilih tebang & kriminalisasi penggiat anti korupsi menjadikan banyak penggiat anti korupsi masa bodo,” tegas HM. Jusuf Rizal kepada media di Jakarta.

Menurut pria yang dulu bongkar Rekening Gendut Polri, Banggar DPR dan ratusan korupsi kepala daerah itu, saat ini gerakan pemberantasan KKN makin lemah. Itu juga tidak lepas dari upaya perlemahan oleh para koruptor berdasi. Mereka cenderung “membonsai”, mengkooptasi, menjanjikan posisi dan membeli idealisme para penggiat anti korupsi & penegak hukum.

Berbagai kasus terakhir-terakhir ini makin membuat penggiat anti korupsi tidak bergairah. Tingkat kepercayaan masyarakat pada penegak hukum makin jeblok, baik Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK. Ada tim Saber Pungli juga belum menunjukkan hasil yang dapat membuat rakyat puas. Rakyat membaca Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla setengah hati untuk memberantas KKN.

“Yang membuat penggiat anti KKN apatis setelah berbagai kasus yang menimpa Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) tidak tersentuh meski data itu hasil Audit BPK. Kasus E-KTP, Kasus yang diduga libatkan pejabat ilang. Kasus papa minta saham, dll. Kemudian makin diperparah mudahnya Polisi menjadikan seseorang tersangka,” tegas pria berdarah Madura Batak itu dengan mimik serius.

Karena itu, lanjutnya LSM LIRA mengajak para penggiat anti korupsi bergabung. Mari kita selamatkan bangsa dan terus gelorakan semangat untuk Indonesia dan rakyat yang lebih baik. Jika terus dibiarkan Indonesia akan karam dan dikuasai kroni para koruptor yang dikendalikan dari luar negeri. Mari bersatu awasi penggunaan dana program dan pinjaman luar negeri ribuan trilliun.

“Saya juga meminta kepada pemerintah, lembaga DPR, MPR, DPD, DPRD maupun lembaga lainnya agar turut ambil bagian dalam penguatan anti korupsi. Saat ini merupakan masa yang membutuhkan banyak anak bangsa yang memiliki idealisme untuk bangkit ganyang korupsi,” tegas pria yang juga Wakil Ketum Bidang OKK KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seliruh Indonesia) itu. LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Thu Apr 6 , 2017
LiraNews.Com