LSM Sebagai Moral Force

Pamekasan, LiraNews – Sejalan dengan bergulirnya reformasi, mau tidak mau dan suka tidak suka LSM mesti diberi tempat secara lebih luas. Dalam konteks ini, perlu adanya reposisi kembali peran dan fungsi LSM dalam pembangunan.

LSM tidak hanya aktif dalam melaksanakan pembangunan, melainkan juga mendorong demokratisasi, dan penegakan HAM. Kebencian pemerintah semakin memuncak, ketika LSM berani menunjukkan borok-borok pemerintah dalam pembangunan, korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukannya dan bukanlah hal aneh ketika mereka dicurigai, diteror sebagai konsekuensi keterlibatannya dalam LSM.

Padahal, keterlibatan LSM dalam politik praktis sebenarnya hanyalah merupakan reaksi dari kejengkelan mereka terhadap kemacetan proses demokratisasi yang dijalankan oleh aparat pemerintah.

Mandulnya partai politik yang merupakan representasi rakyat sebagai saluran aspirasi, pejuang, pelindung, dan pembela keadilan menyebabkan LSM terdorong untuk ambil bagian, meski hanya sebatas memberikan usulan, pemogokan, unjuk rasa, sebab memang tidak tidak terbuka saluran politik resmi dari kalangan LSM kepada pemerintah untuk menyuarakan kaum miskin yang tertindas.

Dalam konteks ini, parpol dan pemerintahlah yang mesti intropeksi diri sejauh mana menjadi saluran aspirasi, perlindungan dan keadilan bagi masyarakat, tragisnya parpol lebih menjadi ajang perebutan kekuasaan ketimbang menjadi saluran aspirasi rakyat.

Pada era saat ini semestinya semakin menempatkan LSM sebagai kawan atau mitra kerja pemerintah. Hal ini tidak saja dengan melibatkan LSM dalam proses perencanaan pembangunan, pelaksanaan, evaluasi dan kontrol, melainkan sejauh mana anggaran pemerintah sebagian dialokasikan kepada LSM untuk kegiatan2 yang bersifat pemberdayaan (Empowering).

Semakin LSM ditempatkan dalam posisi berseberangan dan sulit, maka LSM cenderung akan semakin resisten dan secara keras terus menerus meneriakkan berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat kecil. Dan seharusnya pemerintah menempatkan diri tidak pandai dalam segala hal, dalam konteks ini waktunya memberi kesempatan kepada LSM sebagai mitranya sejajar.

H. Agus Sugiyardi, SE.MM, Bupati Lira Pamekasan