Lucy Kurniasari: Naik Tidaknya UMP Ditentukan Minus Tidaknya Income Suatu Perusahaan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Upah Minimum Propinsi (UMP) seharusnya ditinjau setiap tahunnya. Naik tidaknya UMP tentu bergantung pada indikator yang sudah ditetapkan.

Salah satu indikatornya berkaitan dengan inflasi. Kalau inflasi naik, seharusnya UMP juga akan naik.

Read More

banner 300250

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari kepada para awak media melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10/2020) meresponi pernyataan Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, yang memastikan UMP tak naik pada 2021 mendatang.

Lucy menyatakan, dirinya memahami memang saat ini Indonesia menghadapi resesi. Itu artinya pertumbuhan ekonomi Indonesia minus.

“Pertumbuhan ekonomi itu berdampak terhadap pendapatan perusahaan yang juga sangat rendah. Artinya, banyak perusahaan yang untuk mempertahankan hidup saja sangat sulit,” kata Lucy.

Lucy mengatakan, perusahaan yang kondisinya seperti itu tentu tidak mampu membayar gaji pegawainya bila dinaikkan pada tahun 2021.

“Untuk membayar gaji saat ini saja sudah banyak perusahaan yang tidak mampu,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini.

Namun, lanjut Lucy, tidak semua perusahaan yang mengalami pertumbuhan minus.

“Perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan justru mengalami surplus pada era pandemi dan resesi ini,” ungkapnya.

Bagi kelompok perusahaan yang surplus, saran Lucy, seharusnya tetap menaikkan UMP kalau memang indikator untuk itu terpenuhi.

“Jadi, naik tidaknya UMP pada tahun 2021 sebaiknya ditentukan oleh dua hal. Pertama tingkat inflasi, dan kedua kemampuan keuangan perusahaan dilihat dari bidang usahanya,” terang Ning Kota Surabaya 1986 ini.

Khusus untuk perusahaan berdasarkan bidang usaha, lanjut Lucy, seharusnya Kementerian Ketenagakerjaan dapat mengidentifikasi mana saja yang surplus dan defisit.

“Atas dasar itulah, Menteri Ketenagakerjaan dapat membuat surat edaran perusahaan bidang ush apa saja yang wajib menaikkan UMP dan mana yang tidak,” pungkas legislator asal Dapil Jatim 1 ini.

Sebelumnya seperti dilansir Detikcom, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, besaran upah minimum tahun 2021 kemungkinan besar sama dengan tahun 2020. Ia mengaku, hal itu yang diusulakan oleh Dewan Pengupahan Nasional.

Hariyadi mengatakan, penyesuaian atau kenaikan upah minimum 2021 tak bisa dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Pasalnya, dalam PP itu kenaikan tiap tahunnya dihitung dengan pertumbuhan ekonomi nasional, dan inflasi. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60