Mafia Tidak Pernah Tenang, Mahasiswa Jadi Senjata Terakhir

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews — Gerakan Mahasiswa menolak revisi UU KPK, RKHUP, dll, adalah hal yang wajar, lumrah dalam Demokrasi dan Demostrasi. Menjadi masalah ketika gerakan ini di jadikan alasan/ditunggangi untuk melengserkan Jokowi sebagai Presiden terpilih atau ingin mengagalkan pelantikannya 20 Oktober mendatang.

Melalui gerakan Mahasiswa seperti ini, ada gerakan tersulubung lain yang menyusup kesana, memang tidak akan terlihat jelas, sangat halus, sebab sasarannya hanya beberapa orang yang dianggap potensi sebagai otak atau biang pergerakan dari Demostrasi yang terjadi.

Memanfaatkan keadaan yang chaos, ada beberapa kelompok lain yang telah disiapkan masuk dalam barisan untuk ikut serta dan berteriak membela mahasiswa, membela rakyat, membela KPK dan pada akhirnya membuka kedok nya sendiri, ingin melengserkan Jokowi. Logikanya, korelasinya dimana Revisi UU dengan Jokowi, apalagi Revisi UU KPK di ajukan oleh DPR, bahkan yang menjadi Pimpinan Sidang waktu itu tokoh pendukung yang bersebrangan dengan Jokowi, Fahri Hamzah.

Para Mafia itu tidak akan pernah tenang, apalagi Jokowi sebentar lagi di lantik untuk periode keduanya sebagai Presiden. Mereka mulai kocar kacir membela diri dan kelompoknya dengan kekuatan uangnya. Mereka merasakan pahitnya periode pertama Jokowi, dimana bisnis – bisnis haramnya mulai di bekukan, usahanya mandet, profitnya berkurang drastis, bahkan terancam gulung tikar dan di bui karena bermasalah izin dan pajak.

Mahasiswa menjadi senjata terakhir mereka untuk mempengaruhi persepsi publik terhadap Jokowi, membunuh karakter dan merusak citra Jokowi, setelah isu PKI, sara dan agama di hembuskan sebelum pemilihan, namun nyata tidak berhasil juga. KPU dan Mahkamah Konstitusi pun tak luput dari sikap barbar mereka, dengan isu busuk dan profokasi dimana – mana, tapi faktanya mereka gagal juga.

Ini jalan terakhir sebelum pelantikan, sebab mereka sadar, jika ini tak di cegah maka tamatlah riwayatnya. Asetnya yang bermasalah akan di sita untuk negara, rekeningnya di bekukan, uangnya di tarik, mereka akan di sidang di meja hijau. Ini yang membuat mereka kencing berdiri hingga membabi buta, memanfaatkan generasi muda yang masih polos untuk menjatuhkan Jokowi.

Fahmy Hakiem,

Sekretaris Jendral Rumah Relawan Nusantara The President Center/Ketua Umum Brigade Komando Merah Putih Lira

Wed Sep 25 , 2019
Sumut, LiraNews – Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama sejumlah institusi kembali mengaktifkan Satuan Petugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla). Kabid Humas Polda Sumatera Utara melalui Kasubbid Penmas AKBP Nainggolan kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (24/9/2019) mengatakan, Satgas Karhutla Sumut terdiri dari gabungan beberapa unsur yakni Kepolisian, TNI, Dinas […]