MANFAAT KESEHATAN DAN DAYA PIKAT PADA KUMIS

Jakarta, LiraNews – Ketertarikan antara Pria dan Wanita adalah proses alamiah yang tidak sederhana. Dipengaruhi aspek fisik, psikis, sosial, kultural, serta hormonal juga proses kimiawi dalam tubuh.

Salah satu hal yang memicu getaran kimiawi dan bikin wanita “klepek-klepek” adalah pada aspek penampilan. Wanita cenderung terpikat pada pria yang tampak maskulin dan bersih.

Read More
banner 300250

Nah, bicara soal style pria, sebuah penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Manhattan, Amerika Serikat menyebutkan bahwa pria berkumis halus dan terawat memicu getaran kalbu sejak awal pertemuan.

“Banyak perempuan menilai pria dengan kumis halus terawat sebagai pribadi yang lebih dewasa, agresif, dominan, dan tampak lebih jantan,” demikian dijelaskan dalam survei tersebut.

Persentase ketertarikan perempuan terhadap pria berkumis terawat ini sangat signifikan. Dari 100 wanita yang dilibatkan dalam survei, 80 persen menyatakan lebih suka pria berkumis terawat.

“Ada kharisma sekaligus sisi romantis pada pria berkumis terawat. Wanita membayangkan hubungan yang lebih kuat,” demikian dijelaskan dalam survei tersebut.

Tapi tidak sembarang kumis dan jenggot yang mempunyai efek getar pada batin wanita. Survei dari Departemen Psikologi University of Queensland menyebut bahwa pria yang tak merawat kumis dan jenggot justru membuat wanita kehilangan selera.

“Wanita membayangkan ada kutu ataupun kuman ketika melihat pria yang brewok dan tidak terawat,” demikian dijelaskan dalam survei tahun 2020 tersebut.

Sebaliknya, survei itu mengatakan bahwa ketika pria merawat kumis dan janggutnya dengan rapi, justru ada pesan yang ditangkap wanita bahwa pria tersebut adalah sosok yang bersih dan merawat diri.

Dengan demikian, kumis dan janggut semacam dua sisi hal yang dapat dinilai wanita secara bertolak belakang. Jika dirawat rapi akan memikat, sedangkan jika tidak dirawat akan menjauhkan wanita.

“Dengan anda memiliki kumis yang terawat, maka anda memberikan pesan pada Wanita bahwa ‘saya maskulin, bersih dan terawat” demikian dijelaskan.

“Berbanding terbalik yang berewok (dengan kumis dan jengot lebat) memberi pesan bahwa pria itu kurang terawat dan terkesan jorok,” kata Barnaby Dixson dari Departemen Psikologi, University of Queensland.

Manfaat Kumis Bagi Kesehatan

Selain menimbulkan daya pikat maskulin kepada wanita, kumis juga bermanfaat bagi kesehatan lho.

1. Menghadang bakteri

Ada sebuah perlindungan yang diberikan kumis maupun janggut dari ancaman bakteri dan kumat penyakit bagi pria.

Kumis mampu menangkis bakteri yang bisa menyusup melalui pori-pori kulit. Bahkan kumis dan janggut bisa menangkal folliculitis dan pseudo-folliculitis barbae penyebab infeksi bakteri gatal, merah dan meradang.

2. Menyaring debu dan kotoran penyebab alergi

Jenggot dan kumis yang dibiarkan tumbuh sangat berguna bagi penderita asma dan alergi. Ada semacam saringan yang difungsikan oleh kumis dan janggut sehingga debu dan kotoran tak sembarangan masuk ke lubang hidung maupun ke area pernafasan.

3. Meringankan Sakit Gusi

Jaringan saraf dalan kimia dan janggut ternyata punya ketersangkutan dengan sakit gigi dan gusi. Ini kaitannya dengan syaraf.

Coba saja cabut kumis, maka rasanya sakit dan keluar air mata. Itu karena efek syaraf. Maka hati-hati dengan kumis, karena ada jaringan syarafnya. Sama halnya kumis memiliki sisi getaran menggoda bagi wanita.
(disarikan dari berbagai sumber)

Related posts