Mantan Narapidana Bisa Maju Pilkada , Pemantau LSM LIRA Surabaya: “Kami Melihat Mendengar Dan Berbuat”

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews—Perdana di musim new normal dalam pandemi Covid-19 KPU Surabaya gelar Seminar Tahapan Pencalonan Pilkada Surabaya senin pagi (10/8/2020) di hotel Grand Mercure jl. Ahmad yani no. 71 Margerejo Surabaya.

Subairi salah satu komisioner KPU Surabaya yang menjadi moderator mengatakan kepada Liranews, bahwa acara tahapan pencalonan pilkada merupakan tahapan krusial.

“Sehingga harus di sosialisasikan ke seluruh pihak, baik terhadap partai politik, Polri, TNI, Pemantau Pemilu serta pihak lain yang beririsan dengan tahapan tersebut,” ujar pria berdarah Madura tersebut yang pernah mengawali karirnya sebagai aktivis pemantau pemilu semenjak tahun 1999.

Berdasarkan PKPU No.1 tahun 2020 tahapan pencalonan bahwa terdapat syarat calon yang harus di ketahui dan dipahami oleh semua pihak baik bakal calon, Partai Politik, Pemantau Pemilu serta pihak APH (Aparat Penegak Hukum) Polri dan TNI.

“Karena tahapan pencalonan ini harus memenuhi syarat baik segi teknis maupun administratif seperti kesehatan, batasan usia, hingga surat dukungan dari partai politik, bahkan calon dari mantan narapidana pun bisa mencalonkan asal sudah memenuhi syarat seperti PKPU no. 1/2020 dan sudah selesai menjalani masa hukuman,” ungkap salah satu Narasumber Muhammad Arbayanto yang juga salah satu Komisioner KPU Jatim divisi hukum dan pengawasan.

“Bahwa apabila di ketahui paslon sakit berhalangan hadir harus disertai surat yang dikeluarkan Resmi dari instansi Terkait, semisal apabila ada paslon yang sedang melakukan ibadah Umroh yang mengeluarkan surat Resmi bukan dari Agen Travelnya tapi pihak Imigrasi atau pihak instansi negara lainnya,” imbuhnya.

Walikota LSM LIRA Surabaya, Assraf disela-sela selesai acara menambahkan, pihaknya sebagai pemantau Pemilu sangat apresiasi dengan acara ini.

“Karena dengan begini kami paham terkait hak dan kewajiban atau syarat calon untuk pilkada kali ini, Yang sebenarnya kami pun semenjak satu bulan kemarin sudah melakukan diskusi kecil di kantor bersama rekan-rekan Pemantau LIRA Surabaya,” kata Assraf yang juga pernah menjadi Ketua Pemantau Pemilu LIRA tahun 2019 kemarin.

Namun, dia menegaskan, akan tetap meminta kepastian hukum, kerjasama kepada pihak penyelanggara baik KPU maupun Bawaslu Kota Surabaya untuk bersama mencegah, meminimalisir serta teknis pelaporan berbagai pelanggaran khususnya dalam persyaratan Protokoler Kesehatan nantinya. “Kami akan selalu bergerak mas, karena sesuai slogan kami adalah Mendengar Melihat dan Berbuat,” tegasnya.

Kendati di tengah suasana disiplin dalam menghadapi pandemi Covid-19, acara di hadiri oleh Kapolrestabes Surabaya, Pihak TNI, Ketua-ketua Partai Politik, dan juga Perwakilan Pemantau pemilu Tapi Acara berlangsung khidmat hingga selesai. LN-ASS

banner 300x250

Related posts

banner 468x60