Mantan Wakil Ketua Kpk: Bagi-Bagi Sembako Sama Dengan Korupsi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 yang diharapkan dapat berjalan bersih, jujur dan adil ternyata belakangan ini ditemukan beragam kasus politik uang (money politic) berupa pembagian sembako di masyarakat.

Menurut mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, bentuk money politic berupa bagi-bagi sembako itu sama dengan tindak korupsi.

“Kalau kita mau anti korupsi maka kita lawan politik uang, dan menerima sembako sama dengan korupsi,” ujar Bambang saat jumpa pers di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2017).

Menurut Bambang, Indonesia saat ini sedang memperkokoh pondasi demokrasinya dengan mengajak masyarakat melawan politik uang.

SeHingga demokrasi haruslah dibangun atas azaz kejujuran dan tanpa intimidasi, terlebih jika menyuap masyarakat dengan bentuk bagi sembako.

Menurut Bambang, Pilkada DKI Jakarta juga harus berjalan dengan baik dan berkualitas, sehingga money politik harus disikapi dan tidak boleh dibiarkan.

“Ditakutkan jika money politic dibiarkan maka itu sama saja kita sedang menulis sejarah suram pilkada di indonesia,” ucapnya.

Ditempat yang sama mantan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja memiminta KPK ikut mengawasi jalannya Pilgub DKI Jakarta 2017. Pasalnya, indikasi politik uang berupa bagi-bagi sembako oleh tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat banyak ditemukan.

“KPK sebagai lembaga di hilir nantinya menerima dampak ini, mestinya turun mengawasi,” kata Adnan Pandu Praja.

Dia juga mengimbau, mahasiswa ikut mengawasi Pilgub DKI Jakarta. Dia yakin jika mahasiswa berbondong-bondong mengawasi Pilgub akan sukses.

“Maka, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para mahasiswa untuk ikut berkontribusi menciptakan Pilgub yang bersih,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat Jakarta tidak menggadaikan demokrasi ini dengan lima liter beras, satu helai pakaian. Gunakan hak pilihnya dengan hati nurani pada 19 April 2017.

“Terlalu murah untuk menggadaikan demokrasi dengan menerima sembako dari Timses Ahok-Djarot,” pungkasnya. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60