Masyarakat Puas Kinerja Jokowi dan Polri, Survei PSI: Elektabilitas Airlangga Tertinggi

Jakarta, LiraNews – Terkait dinamika politik nasional persepsi masyarakat dan preferensi masyarakat, di dalam survei ini ditemukan harapan dan keinginan masyarakat tentang sosok penerus Presiden Jokowi, di mana sebanyak 64,3% menginginkan sosok penerus Jokowi tersebut cakap dan sudah teruji dalam menghadapi krisis ekonomi dan mampu mengelola serta berpihak perekonomian masyarakat.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif PSI Ahmad Loksukon kepada para wartawan, Senin (6/3/2023).

Read More
banner 300250

Sementara sebanyak 35,7% menginginkan sosok yang mampu dan teruji selain di bidang perekonomian, misalnya memiliki jaringan politik yang kuat, memiliki pengalaman di dunia diplomatik internasional.

Ahmad menjelaskan, dari tokoh-tokoh yang dianggap memiliki kemampuan dan teruji dalam hal pengelolaan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara nasional, nama Airlangga Hartarto paling banyak disebut oleh 69,3% responden, lalu disusul oleh Sri Mulyani yang dinilai oleh 59,6% responden.

“Kemudian nama Prabowo disebut oleh 57,7% responden dinilai mampu mengelola perekonomian masyarakat, kemudian Puan Maharani disebut oleh 17,3% responden, sedangkan Ganjar Pranowo dinilai mampu mengelola perekonomian masyarakat secara nasional oleh hanya 10,9% responden. Anies Baswedan dinilai oleh 7,8%, dan tokoh lainnya hanya disebut mampu mengelola perekonomian nasional di bawah 7% suara responden,” urai Ahmad.

Ahmad mengatakan, hasil survei ini juga menunjukan tingkat penilaian, kesukaan serta keterpilihan tokoh-tokoh jika pemilihan presiden digelar hari ini dengan didasarkan pada harapan dan keinginan masyarakat tentang sosok penerus pemerintahan Jokowi.

“Maka sebanyak 29,6% responden menilai dan menyukai serta memilih Airlangga Hartarto sebagai pengganti dan penerus Jokowi. Kemudian di urutan kedua ada nama Prabowo Subianto yang dinilai, disukai, dan dipilih oleh 20,9% responden. Kemudian Ganjar Pranowo disuka, dinilai, dan dipilih oleh 12,2%. Kemudian Anies Baswedan 8,2%, Erick Thohir 3,4%, Sandiaga 3,3%, Puan Maharani 3,1%, Agus Harimurti 2,7%, Muhaimin Iskandar 1,7%. Yang tidak memilih sebanyak 13,9% serta 7 tokoh lainnya yang tersisir dalam survei ini hanya di bawah 1% tingkat keterpilihan ya jika pilpres digelar hari ini,” papar Ahmad.

Dalam survei ini, lanjut Ahmad, terpotret juga persepsi dan penilaian masyarakat tentang loyalitas dan dukungan partai politik yang memiliki kursi di DPR RI kepada Jokowi. Hasil survei menemukan sebanyak 88,4% responden menilai dan mempersepsikan Partai Golkar paling loyal dan mendukung pemerintahan Jokowi.

“Kemudian di urutan kedua PDI Perjuangan dinilai oleh 79,7% sebagai parpol yang loyal dan mendukung pemerintahan Jokowi. Kemudian PKB dinilai oleh 70,7% responden loyal dan mendukung Pemerintahan Jokowi, dan Gerindra dinilai oleh 56,7% responden loyal dan mendukung Pemerintahan Jokowi,” tutur Ahmad.

Ahmad menuturkan, PPP dinilai oleh 50,7% responden loyal dan mendukung pemerintahan Jokowi dan NasDem dinilai oleh 20,4% responden loyal dan mendukung Pemerintahan Jokowi. PAN, PKS, dan Demokrat tingkat loyalitasnya terhadap pemerintahan Jokowi hanya dinilai tidak lebih 10% responden.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan terkait persepsi dan penilaian yang berimbas pada pilihan masyarakat terhadap parpol jika diminta untuk memilih parpol mana yang akan dipilih jika Pileg digelar hari ini.

“Maka pilihan tertinggi pada partai Golkar yang dipilih oleh sebanyak 20,4%, kemudian urutan kedua PDI Perjuangan yang dipilih oleh sebanyak 17,8%, Gerindra 14,7%, Demokrat 7,6 persen, PKS 6,7%, Nasdem 6,3%, PKB 5,1%, Perindo 4,2%, PPP 3,2%, PAN 2,1%, parpol lainnya tingakat keterpilihannya jika digabung hanya 3,8% dan yang tidak memilih 8,1%,” ungkap Ahmad.

Dalam penelitian ini, beberapa Ahmad, penarikan sample dilakukan dengan metode multistage random sampling dan melibatkan 1888 responden yang tersebar di 440 kabupaten/Kota di Indonesia pada 21 Februari – 3 Maret 2023.

“Kriteria responden yakni warga berumur 17 tahun atau sudah menikah. Sementara itu, margin of error survei ini kurang lebih 2,26% dengan tingkat kepercayaan 95%,” tukas Ahmad Loksukon.

Sementara itu, Pengamat Politik dan juga Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta M Dian Hikmawan mengatakan kinerja Ketum Partai Golkar atau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang unggul dalam survei PSI itu sebagai bukti Airlangga telah berhasil dalam memperkuat perekonomian saat Covid-19 melanda Indonesia.

“Survei PSI sebagai bukti Airlangga Hartarto telah bekerja sebagai Menko perekonomian dalam menghadapi Covid-19,” ucap Dian.

Dian mengungkapkan, Ketum Golkar itu menjadi unggul di hasil survei PSI, dipilih masyarakat karena ingin Airlangga jadi Presiden 2024.

Dian juga menyebutkan, elektabilitas Airlangga terus naik karena bukti kinerja yang nyata dalam perekonomian dalam membantu Presiden Jokowi.

“Naiknya Elektabilitas Airlangga karena kerja nyata dalam mengatasi perekonomian dalam membantu Presiden Jokowi,” tambah Dian.

Penegakkan Hukum Era Jokowi

Hasil survei Panel Survei Indonesia (PSI) periode 21 Februari – 3 Maret 2023 menunjukkan persepsi masyarakat terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di era pemerintahan Jokowi saat ini sangat bisa dipercaya.

Sebanyak 82,8% responden berpersepsi penegakan hukum oleh institusi hukum di era Jokowi sangat dipercaya oleh masyarakat untuk memberikan rasa keadilan bagi pencari keadilan. Sementara 12,6% responden menilai kategori buruk dan sangat buruk, serta 4,6% responden tidak menjawab.

Direktur Eksekutif PSI Ahmad Loksukon mengatakan, terkait keikutsertaan institusi Polri dalam menanggulangi wabah Covid-19 hingga pulihnya ekonomi masyarakat akibat dampak Covid-19.

Menurut Ahmad, masyarakat sangat puas dengan kinerja Polri dalam turut serta penanggulangan Covid-19, sebanyak 89,7% responden menyatakan peran Polri sangat besar dalam penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di masyarakat, sehingga membawa impact besar terhadap pulihnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sementara itu, sebanyak 10,3% tidak memberikan penilaian.

Ahmad mengatakan, kinerja Polri dalam persepsi masyarakat sangat bisa dipercaya dan memuaskan, ini memang tak lepas dari keberhasilan Kapolri dalam memimpin institusi Polri dalam memperbaiki citra kepolisian dan menguatkan soliditas internal dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

“Kemudian Komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang mengaku tak segan mencopot jajarannya yang membelot dan tak patuh terhadap agenda perbaikan institusi yang dia pimpin,” lanjut Ahmad.

“Terhadap yang tidak mampu, tidak bisa ikut gerbong, tidak bisa ikut barisan ya silakan keluar, atau kita potong,” sambung Ahmad.

Berkaca dari kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa, tutur Ahmad, Kapolri pun mewanti-wanti jajarannya tunduk terhadap etika kepolisian, memahami apa saja yang boleh dilakukan, dan hal-hal apa yang dilarang.

“Terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pengelolaan ekonomi pada pemerintahan Jokowi, sebagian besar masyarakat dalam survei ini juga merasa puas dengan pulihnya perekonomian nasional. Sebanyak 82,8% responden menyatakan puas dan sebanyak 17,2% menyatakan tidak puas dan tidak memberikan jawaban,” tandas Ahmad Loksukon.

Sementara itu, Pengamat Politik dan juga Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta M Dian Hikmawan menilai survei Panel Survei Indonesia terkait kinerja Polri dalam membantu penanggulangan Covid-19 yang mendapat apresiasi dari masyarakat, sebagai bukti Polri telah bekerja dengan baik dalam membantu penanganan permasalahan Covid-19.

“Survei PSI itu bukti masyarakat yang melihat kinerja Polri sebagai institusi yang berhasil dalam membantu pemerintah menangani Covid-19,” ujar Dian.

Selain itu, kata Dian, selama pemerintahan Presiden Jokowi, Polri telah bekerja dengan baik dalam mengatasi keamanan dan persoalan hukum di Indonesia.

“Hal itu terbukti dari banyaknya persoalan yang telah diselesaikan oleh Polri dalam penegakan hukum di masyarakat. Bukti Polri di era pemerintahan Jokowi telah bekerja baik dalam mengatasi masalah hukum,” ungkap Dian.

Menurut Dian, persoalan hukum lain yang terjadi di internal Polri yang dapat diselesaikan seperti kasus Ferdy terhadap brigadir J, masyarakat menilai positif atas kinerja Polri yang terbuka dan secara adil membongkar para pelaku yang dilakukan oleh oknum Polri ini membuat tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri cukup signifikan.

“Rasa keadilan dan kepercayaan Polri naik elektabilitasnya di mata masyarakat dengan dibongkarnya kasus Ferdy Sambo terhadap Brigadir J, ini jadi nilai positif bagi Polri dan masyarakat melihat adanya kinerja yang baik serta keadilan dalam hukum,” jelas Dian.

Dian mengatakan, survei PSI juga menunjukkan Polri telah melakukan kinerjanya yang sangat baik dalam penegakan hukum lainnya tanpa pandang bulu.

“Polri telah melakukan kinerjanya yang sangat baik dalam penegakan hukum lainnya tanpa pandang bulu,” tuntas Dian Hikmawan. LN-RON

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *