Mata Elang LSM LIRA Temukan Tahanan Kota Kejari Kotamobagu ke Mabes Polri

  • Whatsapp
banner 468x60

Kotamobagu,LiraNews – Sungguh sangat disayangkan penanganan kasus perusak lingkungan dalam hal Pengolahan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kejaksaan Negeri Kota Kotamobagu. Terbukti kedua Tahanan hasil Pelimpahan Penyidikan Polres Kotamobagu (P-21) Gusri Lewan dan Stenly Wuisang pelaku PETI lokasi pegunungan Potolo Desa Tanoyan Kecamatan Lolayan Bolaang Mongondow, seketika diserahkan pada Kejaksaan Negeri Kotamobagu hari itu juga (28/06) mendapatkan atau menerima Status sebagai Tahanan Kota (Stenly Wuisang) dan Keesokan harinya di susul yang satunya lagi (Gusri Lewan).

Harusnya dalam Undang Undang jelas telah diatur seperti dalam Pasal 22 Ayat (1) huruf c KUHP bahwa penahanan Kota dilaksanakan di kota tempat tinggal kediaman tersangka atau terdakwa, dengan kewajiban bagi tersangka atau terdakwa melapor diri pada waktu yang di tentukan, tersangka atau terdakwa hanya boleh keluar rumah atau kota dengan seizin dari Penyidik, Penuntut Umum atau Hakim yang memberi perintah Penahanan.

Read More

banner 300250

“Sepertinya aturan atau Undang Undang ini tidak berlaku bagi kedua tersangka (Gusri L-Stenly W), buktinya sesuai temuan Mata Elang LSM LIRA, Gusri Lewan terbang ke Jakarta. Kami (Mata Elang LSM LIRA) telah menemukan dan mendapatkan data bahwa tahanan berstatus Tahanan Rumah sekarang lagi berkunjung ke Kantor Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri), terinformasi kedatangan mereka (Gusri Lewan Cs) membawa satu misi, yaitu ingin melengserkan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs Royke Lumowa, SH.MM,” demikian Mata Elang LSM LIRA melaporkan.

Mata Elang LSM LIRA juga memberitahukan kepada Kajari Kotamibagu, bahwa sekarang ini ada sebanyak 66 (enam puluh enam) Kajari di mutasi, dugaan sementara, Kajari Kotamobagu belum mendapatkan mutasi karena mungkin aroma tambang Ilegal.

Mata Elang LSM LIRA melanjutkan, sangat di sayangkan bila hal ini di biarkan, seorang berstatus Tahanan Rumah sebagai pelaku PETI bisa mengatur Institusi Polri, bahkan sebagai pengganti Kapolda Sulut mereka (Gusri Lewan Cs) sudah siapkan, perlakuan ini sangatlah tidak etis bila tidak di tindak lanjuti.

Hasil konfirmasi dengan Gusri Lewan lewat Phoncel genggamnya mengatakan, “Minggu yang lalu saya barusan pulang dari Jakarta, saya di dampingi oleh Heru Magir, namun saat pulang Heru Magir sudah tidak ketemu lagi sampai hari ini, tapi saya (Gusri L) akan menghubungi Tim kami yang ada di Kotamobagu untuk membicarakan rencana yang sudah di sampaikan di Kantor Mabes Polri ruang Bareskris.”

Media mencoba menghubungi Heru Magir lewat handphone genggamnya, menjelaskan bahwa keberangkatan Gusri Lewan ke Jakarta dalam Status Tahanan Rumah oleh Kejaksaan Kotamobagu, tidak ada hubungannya sama sekali dengan keberangkatan kami ke Jakarta. “Pertanyaan ini domainnya bukan ke saya (Heru), tapi tanyakan ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu,” jelasnya.

Saat di tanya mengenai dugaan Heru Magir sempat meminta-minta sejumlah Uang pada pelaku Ilegal, Heru mengelak, bahkan mengeluarkan kata ancaman, akan menghancurkan Gusri Lewan jika ini benar dibicarakan pada orang.

“Saya tidak pernah melakukan penagihan ataupun meminta uang pada siapapun di Kotamobagu sana,” jelas Heru Magir. LN-Sutimin Tubuon

banner 300x250

Related posts

banner 468x60