Mediasi Perkara Tambak Udang Gagal, Proses Sidang Dilanjutkan

  • Whatsapp
banner 468x60

Lumajang, LiraNews – Gagalnya mediasi antara pihak tergugat (PT Bumi Subur Hendra Seteja dan Trisno) dan Penggugat (Amari), ditenggarai akan berlanjut ke proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang.

Permintaan proses ini dilanjutkan ke PN Lumajang, sesuai apa yang disampaikan Tergugat kepada media ini, usai mengikuti acara mediasi di PN Lumajang.

Read More

banner 300250

Dikatakan Tergugat bahwa perkara perdata tidak dapat diajukan ke pengadilan, karena perkara pidana masih belum diputuskan.

“Perkara ini murni pencurian, karena tidak ada saham sedikitpun dari Penggugat didalam tambak tersebut,” kata Tergugat.

Gugatan Penggugat diajukan atas adanya Restorative Justice ini, kata Tergugat merupakan bagian yang dilakukan oleh pihak Penggugat sendiri. Padahal kata Tergugat, yang menjadi Terlapor pada perkara pidana (pencurian udang) adalah Penggugat itu sendiri.

“Hal ini dilakukan sebuah pendekatan yang lebih menitik beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana Pemggugat sendiri,” ungkapnya lagi.

Proses dialog dan mediasi, kata Tergugat, adalah untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih dulu dilaporkan, agar hal itu menjadi adil dan seimbang bagi Penggugat.

“Mediasi bukan bagian restorative justice, namun upaya yang diatur Perma Nomot 1 Tahun 2016 yaitu bagian dari sidang awal sebelum lanjut ke persidangan. Lah kok saya sebagai mediasi waktu itu malah dilaporkan oleh Penggugat, aneh, lanjutkan saja perkara ini,” bebernya.

Sementara itu, kuasa hukum Penggugat (Amari), Mahmud SH, kepada media ini mengatakan jika via telpon bahwa pihaknya masih mengharapkan proses mediasi terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Namun mediasi kemarin siang gagal, karena pihak Tergugat (Direktur PT Bumi Subur) tidak hadir, dan mediasi ditunda hari Rabu (12/8) besuk,” kata Mahmud.

Dikatakan Mahmud, bahwa inti dari mediasi tersebut adalah kembalinya semua aset yang telah diserahkan kepada Tergugat (PT Bumi Subur) senilai Rp. 1,4 miliar.

“Kami berharap pihak Tergugat (Direktur PT Bumi Subur) bisa hadir dan terjadi kesepakatan,” ujarnya lagi.

Namun jika pada hari Rabu (12/8) besuk tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, kata Mahmud, perkara ini akan berlanjut sesuai proses hukum yang berlaku. LN-AFU/TIK

banner 300x250

Related posts

banner 468x60