Mencari Satrio Piningit Yang Akan Melawan Gus Ipul 

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – PKB dan PDIP adalah dua partai terbesar di jawa timur dengan perolehan suara DPRD 20 kursi dan 19 kursi. Lebih dari itu, PDIP dan PKB memiliki track record paling intens memenangkan kadernya di pilbup dan pilwali. Namun ironinya, hingga kini PDIP dan PKB bahkan gerindra yang sesumbar akan mencalonkan kadernya juga tak kuasa melawan supremasi gus ipul.

Tentu mengecewakan jika jatim sebagai provinsi dengan massa terbesar harus menghadapkan gus ipul dengan kotak kosong. Memang berdasarkan survey poltracking pada minggu 11 juni 2017 disebutkan bahwa Gus Ipul masih menjadi calon terkuat. Namun dibelakangnya, hanya terpaut tidak jauh dengan Tri rismaharini dan khofifah yang masih berpeluang.

Perlu diwaspadai, awal yang terlalu mulus ini bisa saja justru menyebabkan gus ipul terpeleset. Elektabilitas gus ipul Ibarat balon yang terlalu lama dipompa, tentu meletus jika muncul figur yang fresh dan smart. Pasalnya, pendaftaran KPU masih setengah tahun lagi sehingga Efek kejenuhan sangat mungkin terjadi. Apalagi jika kebiasaan partai untuk mendaftarkan paslon mendekati Hari H kumat secara tiba tiba.

Jika dipikir ulang, strategi pompa sampai meletus adalah cara paling efektif untuk mendegradasi gus ipul. Bagaimana tidak, Gus ipul telah sepuluh tahun menjadi wagub. Gus ipul tak lain adalah putera NU yang memiliki hubungan baik dengan Megawati.

Koalisi NU-Merah menunjukkan bagaimana sejarah berpihak pada gus ipul. Tapi ingat, PDIP dan PKB adalah partai besar yang tidak bisa dengan mudah dikendalikan gus ipul. Bagaimanapun PDIP dan PKB tak mau mengulangi kesalahan yang sama, mendukung calon terkuat tapi kalah.

Kedepan, figur baru akan berpotensi menjadi lawan kejuta. Sosok satrio piningit akan muncul di penghujung pendaftaran KPU untuk merusak pesta gus ipul.

Ziyad Falahi

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Jun 12 , 2017
LiraNews.Com