Mendagri: Pasang Foto dan Nomor Urut Paslon di Alat Peraga Kampanye

  • Whatsapp
banner 468x60

Padang, LiraNews – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan perlunya para pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mencantumkan gambar dan/atau nomor urut dalam alat peraga kampanye (APK) saat masa kampanye.

“Pasang di alat peraga, baik melalui masker dan handsanitiser, serta alat peraga lainnya, sehingga pada waktu yang sama pasangan calon dapat mensosialisasikan dirinya sebagai calon kepala daerah,” Tito dalan Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan Kepada Satgas Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, Selasa (25/08/2020.

Read More

banner 300250

Tito juga mendorong masa kampanye ini dimanfaatkan untuk sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya masing-masing, baik melalui penggunaan masker dan pemberian handsanitiser secara masif.

Ia menyebut upaya ini harus terus dilakukan secara masif dengan melibatkan dan mengaktifkan tim sukses serta para pendukung setiap pasangan calon.

Kata Tito, pelaksanaan Pilkada merupakan momentum yang tidak bisa dipisahkan dengan penanganan pandemik Covid-19.

Ia juga menyebut Pilkada serentak 2020 merupakan momentum yang tepat untuk melakukan gerakan bersama melawan Covid-19 dengan menggerakan mesin-mesin pemerintahan dan komponen strategis kemasyarakatan lainnya di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada.

“Pilkada sebetulnya bukan bagian yang terpisahkan, kita jangan sampai berpikir bahwa Pilkada adalah bagian yang terpisah dari penanganan pandemik Covid-19,” tegasnya.

Pada Pilkada 2020 ini, ada 270 daerah yang secara serentak gelar pencoblosan. Meliputi 9 tingkat provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

“Kalau separuh daerah di Indonesia semua bergerak dalam penanganan pandemik Covid-19, maka otomatis akan bisa menstimulasi 278 yang tidak melaksanakan Pilkada,” urainya.

Bagi Mendagri, Pilkada momentum emas bagi kita untuk bisa kita menangani pandemik Covid-19 jika strategi dan settingnya benar, tapi jika strategi dan settingnya tidak benar, maka akan menjadi cluster bagi Covid-19, karena terjadi kerumunan massa.

“Pilkada juga diharapkan sebagai momentum memperkuat mesin untuk penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya,” jelas Tito.

Tito menegaskan, untuk membuktikan kualitas calon pemimpin yang sebenarnya adalah ketika krisis, bukan pada saat aman dan damai.

“Maka ini momentum, sehingga kita mengharapkan mesin daerah bergerak, biarkan masyarakat memilih pemimpin yang mampu menangani krisis,” pungkas Tito.

Kegiatan Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur serta Kepala Daerah Kabupaten /Koya se-Provinsi, baik secara langsung maupun secara virtual.

Kegiatan ini juga menghadirkan Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus, Penyelenggara Pemilu (KPUD dan Bawaslu Daerah) Se-Provinsi Sumatera Barat, termasuk Forkopimda Se-Sumatera Barat, serta dihadiri juga oleh jajaran Eselon I Kemendagri diantaranya Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Dirjen Politik dan PUM Bahtiar, serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Syafrizal ZA.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60