Meninggalnya Petani Kendeng, Menambah Deretan Pejuang Kartini

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Komisi Nasional Perempuan menilai, meninggalnya petani Kendeng, Patmi (48) menambah deretan pejuang Kartini yang gugur dalam perjuangan.

“Kepergian Ibu Patmi menambah deretan panjang sejarah perjuangan perempuan pembela HAM yang mendedikasikan seluruh kehidupannya bagi perjuangan pemenuhan HAM,” ujar Ketua Komnas Perempuan, Azriana dalam rilisnya, ditulis Rabu(22/3/2017).

Patmi, lanjutnya, dianggap sebagai salah satu teladan dalam perjuangan membela lingkungan, terutama merawat ekosistem dan juga masa depat tanah air.

Dengan menyelamatkan kelestarian alam dan merawat ekosistem, kita menyelamatkan manusia-manusia di dalamnya sebagai bagian dari makhluk hidup dalam rantai kehidupan bumi.

Keteguhan hati almarhumah dalam memperjuangkan kehidupan petani dan kelestarian alam Pegunungan Kendeng, menurutnya, patut mendapat pujian.

“Dedikasi almarhumah Patmi, lebih dari pantas untuk menerima sebuah apresiasi. Karena konsisten memperjuangkan haknya untuk hidup berdampingan dengan alam,” katanya.

Sebagaimana dikabarkan,  Patmi, salah satu peserta aksi #DipasungSemen2, meninggal pada Selasa dini hari (21/3/2017) kemarin karena serangan jantung. Perempuan pembela HAM ini sendiri melakukan aksi pasung kaki selama lima hari, sejak 16 hingga 20 Maret 2017.

Bersama 55 warga Kabupaten Pati dan Rembang, ia meminta negara menghentikan operasi PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, karena mengancam kelestarian alam pegunungan Kendeng yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Almarhumah Patmi merupakan salah satu perempuan yang sejak tahun 2006 berjuang menyelamatkan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar pegunungan Karst Kendeng. LN-MHS

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Mar 22 , 2017
LiraNews.Com