Menkes Akan Berkantor di Natuna Terkait Karantina WNI Dari Wuhan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Menteri Kesehatan (Menkes) Dr Terawan Agus Putranto mengatakan, untuk sementara waktu dirinya akan berkantor di Natuna, Kepulauan Riau selama proses karantina para WNI dari Wuhan, Tiongkok berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Terawan kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan (3/2/2020).

“Saya akan tetap akan berkantor di sana sampai 2 minggu ke depan, artinya sampai proses karantina selesai,” katanya.

Adapun pertimbangan dirinya berkantor di Natuna, menurut Terawan adalah rasa tanggung jawabnya sebagai Menkes.

“Pertimbangannya adalah tanggung jawab. Saya bertanggung jawab sebagai Menkes. Mulai dari penyiapan sampai kedatangan, saya ada di sana,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, hanya kembali ke Jakarta lantaran harus mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI.

“Saya kembali ke sini sebagai tanggung jawab saya, karena saya harus memberikan penjelasan pada RDP ini, secara tuntas,” tukasnya.

Mengenai penolakan beberapa warga Natuna atas dijadikannya pulau tersebut sebagai tempat karantina para WNI dari Wuhan, Terawan berpendapat, hak tersebut merupakan hak para warga Natuna.

“Semua terserah mereka. Kalau mereka menjadi sadar, menjadi baik ya kita berterima kasih dan bersyukur. Kalau infonya belum sampai ya nanti saya sampaikan lagi. Bertahap,” tuturnya.

Menurut Terawan, konsentrasinya saat ini adalah observasi para WNI tersebut berjalan dengan baik, dan menjaga kesehatan para warga Natuna itu sendiri.

“Konsentrasi saya adalah bagaimana supaya warga kita ini bisa melewati masa observasi dengan baik. Kedua, saya juga harus menjaga kesehatan warga Natuna itu tanggung jawab saya dan itu melalui Dinas Kesehatan sudah saya instruksikan,” jelasnya.

Terawan juga menuturkan, dirinya akan terus berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan setempat, tetapi dirinya juga tetap berkonsentrasi kepada para WNI yang harus menjalani observasi dan karantina.

“Kita juga akan terus berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan apa saja yang bisa kita lakukan di sana, tetapi konsentrasi saya yaitu pada WNI yang baru pulang supaya terobservasi dengan baik. Kalau konsentrasinya terpecah2 malah tidak bagus,” terangnya.

Kondisi Terkini 238 Orang WNI Dari Wuhan

Sementara itu, dalam Raker dengan Komisi IX DPR RI, Terawan memberikan perkembangan kondisi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Wuhan, Cina terkait wabah virus Corona.

Kepada seluruh anggota Komisi IX DPR, Terawan menyampaikan, semua WNI dalam kondisi sehat.

“Pagi ini, karena saya tidak di sana saya hanya menerima WA atau video dari sana, saya melihat mereka berolahraga bersama, makan bersama, situasinya terlihat sangat menyenangkan,” kata Terawan di Ruang Rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta.

Terawan mengatakan prajurit TNI bersama petugas dari Kementerian Kesehatan melakukan aktivitas bersama dengan 238 WNI tersebut.

Mulai dari olahraga senam hingga makan bersama.

“Jadi inilah sipil militer collaboration, mereka bersama-sama mengajak senam dan ini senam semua itu menunjukkan mereka sehat semua dan mudah mudahan betah 14 hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Terawan mengungkapkan pemuda di Natuna mulai ingin membantu 238 WNI.

Namun, Terawan meminta bantuan berupa doa untuk para WNI.

“Kedua, saya dapat WA dari aparat di Natuna, pemuda Natuna ingin membantu, apa yang bisa dibantu, mereka sudah WA apa yang bisa kita bantu, apa di dapurnya, dan sebagainya. Sementara saya menjawabnya, mohon sementara dibantu doa saja. Saya lebih baik fair apa adanya,” ujarnya.

19 Daerah Rawan Penyebaran Virus Corona

Terawan menyatakan, sedikitnya ada 19 daerah di Indonesia dinilai beresiko teridentifikasi penyebaran virus Corona.

“Daerah-daerah rawan itu antara lain berkenaan dengan akses keluar masuk Indonesia menuju China atau Tiongkok,” tuturnya.

Akses tersebut, menurut Terawan, memiliki akses langsung dari dan menuju Tiongkok melalui darat, laut, dan udara.

“Telah diidentifikasi 19 daerah berisiko yang memiliki akses langsung dari dan ke Tiongkok baik melalui darat, laut dan udara,” kata Terawan.

Kendati begitu, kata Terawan, pihaknya menggandeng sejumlah stakeholder lain telah melakukan langkah antisipatif dalam rangka mencegah akses pintu masuk penyeberan virus Corona.

“Upaya cegah tangkal di pintu masuk negara. Tersedia dan berfungsi sudah dilakukan pengecekan 195 thermal scanner di 135 pintu masuk negara,” tegas mantan Humas RSPAD itu.

Terawan menerangkan, tidak hanya melakukan persiapan cegah-tangkal di jalur darat, laut dan udara semata, namun persiapan logistik untuk mencegah masuknya virus Corona juga dilakukan. Antara lain; penyediaan thermal scanner, masker n-95, hingga APD.

“Kesiapan pemeriksaan lab, lab puslitbang biomedis Paslitbangkes telah menyatakan kesiapan pemeriksaan lab untuk diagnosis nCov 2019 dengan kit-kit dan akreditasi,” ungkapnya.

Kemudian, tambahnya, 100 Rumah Sakit (RS) rujukan pun disiapkan untuk merawat pasien nCov hingga pemberdayaan masyarakat melalui pers rilis tentang nCov 2019 dengan bahasa yang nyaman dan menyejukkan.

“Seratus RS rujukan pun disiapkan untuk merawat pasien nCov hingga pemberdayaan masyarakat melalui pers rilis tentang nCov 2019 dengan bahasa yang nyaman dan menyejukkan,” pungkasnya.

Adapun ke 19 daerah beresiko tersebut merupakan pintu masuk bagi wisatawan asing ke Indonesia. Sembilan belas daerah tersebut adalah: Tangerang, Denpasar, Medan, Batam, Manado, Surabaya, Entikong, Solo, Padang, Jakarta, Tanjung Pinang, Lombok, Makassar, Balikpapan, Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung, Bintan, dan Karimun. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60