Merinding! Puluhan Ribu Jamaah Gemakan Shalawat Bareng Gus Jazil dan Gus Azmi

GRESIK – Acara peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Peluncuran Sunanul Muhtadin Care dan Madrasah Aliyah (MA) Tahassus Alquran di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sunanul Muhtadin, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis malam (16/2/2023), benar-benar meriah.

Lautan manusia berkumpul dalam acara bertajuk Sunanul Muhtadin Bersholawat di halaman Ponpes Modern Sunanul Muhtadin. Puluhan ribu jamaah melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW bersama Gus Azmi dan Wakil Ketua MPR RI sekaligus pendiri Ponpes Modern Sunanul Muhtadin Jazilul Fawaid (Gus Jazil).

Read More
banner 300250

Dalam sambutannya, Gus Jazil memohon doa dan dukungan semua pihak agar berdirinya Ponpes Modern Sunanul Modern kelak bisa melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki kapasitas pengetahuan berskala internasional sekaligus kemampuan spiritual.

Sejak didirikan dua tahun lalu, Ponpes Modern Sunanul Muhtadin terus menambah unit lembaga di dalamnya. Jika sebelumnya baru ada SMP Plus dan SMK dengan program keahlian Perhotelan dan Pariwisata, saat ini sudah ada tambahan pilihan program keahlian untuk jenjang SMK yakni Program Keahlian Desain Komunikasi Visual, Farmasi Klinis dan Komunitas, serta program keahlian Teknologi Laboratorium Medik.

“Saat ini kita luncurkan Sunanul Muhtadin Care dan MA Tahassus Alquran. Terima kasih Gus Azmi, Gus Hafidz yang datang full team bersama-sama membaca sholawat, mendoakan dan mencari berkah Bulan Rajab,” tuturnya.

Gus Jazil menyebut, Ponpes Modern Sunanul Muhtadin berdiri di atas lahan seluas 7 hektare yang sebagian besar merupakan tanah wakaf dari sang ayah sekaligus Pengasuh Ponpes Modern Sunanul Muhtadin KH Sunan Hamli.

“Kami bercita-cita di Bulan Rajab sekaligus 1 Abad NU agar menjadi pesantren yang bermanfaat. Sekarang sudah membuka SMP, SMK, dan MA Tahassus Al Quran, kedepan mohon doa di tempat ini, semua hadir menjadi saksi akan kami dirikan perguruan tinggi,” katanya.

Tokoh asli Pulau Bawean ini bercita-cita menjadikan komplek kampungnya di Dusun Sidorukun, Desa Kertosono, Sidayu, Gresik menjadi kawasan pendidikan yang memiliki unit lembaga pendidikan mulai tingkat SD, MI, SMP, SMK, MA, dan juga perguruan tinggi.

“Dan saya ingin ada universitas jurusan kedokteran disini sebab jarang ada pesantren NU, bahkan mungkin tidak ada, yang memiliki jurusan kedokteran. Saya yakin kader-kader NU di 1 abad ini sudah terbentuk, tinggal kita memiliki tekad meningkatkan peran NU dengan mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Sebagai kader nahdliyin, kata Gus Jazil, dirinya bertekad untuk bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat dan kemajuan bangsa. ”Saya tahu dokter-dokter dari NU belum banyak. Saya tidak sedang menggigau.”

“Saya dipasrahi jadi wakil ketua MPR berkat dukungan sampeyan semua, dan itu mungkin terjadi. Jangankan mendirikan Kampus Kedokteran, berkat NU insyaallah di tempat ini akan berdiri pesantren modern sampai perguruan tinggi. Saya siapkan fasilitas gedung, asrama, tempat olahraga, zona petualang untuk anak-anak agar bisa cerdas dan kreatif,” tuturnya.

Dirinya berharap dukungan semua pihak agar bisa terus memberikan manfaat dan kesuksesan dalam perjuangan di jalur politik dan pendidikan.

“Saya bersama ayah KH Sunan Hamli dan keluarga besar Ponpes Modern Sunanul Muhtadin meminta doa, dukungan panjengan semua, apapun bentuknya supaya perjuangan di politik dan mendirikan lembaga pendidikan ini mendapatkan riha Allah SWT dan menjadi sesuatu yang berkah untuk kita semua,” katanya.

Sementara itu, hadirnya Gus Azmi dan Majelis Taklim dan Sholawat Subbanul Muslimin benar-benar menjadi magnet bagi warga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Diperkirakan tidak kurang dari 10 jamaah hadir untuk memanjatkan sholawat Nabi Muhammad SAW.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *