MOI Angkat Martabat Pers di Nusa Tenggara Timur

  • Whatsapp
DPW MOI NTT
banner 468x60

Kota Kupang, LiraNews – Hadirnya organisasi perusahaan-perusahaan pers Media Online Indonesia (MOI) merupakan suatu kebanggaan bagi insan pers di Nusa Tenggara Timur.

MOI NTT dikomando oleh tiga tokoh Revolusiner Pers yakni, Herry FF Battileo,SH,MH (Ketua DPW MOI Provinsi NTT), Rusydi Saleh Maga (Wakil Ketua I DPW MOI Provinsi NTT), dan Andre Lado (Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT)

Read More

banner 300250

MOI sebagai wadah organisasi perusahaan pers telah membawa reformasi besar-besaran dalam bidang pers di NTT.

Melalui program bantuan badan hukum murah seharga Rp2,5 Juta untuk 3.000 perusahaan pers, DPW MOI NTT dinilai mampu mengangkat martabat Pers NTT ke kanca Nasional.

Ketika ditemui dalam
sela-sela padatnya jadwal MOI NTT, awak media berhasil mendapat kesempatan mewawancarai Ketua DPW MOI NTT, Herry Battileo yang diundang sebagai “Tokoh Inspirator” di Studio TVRI Kupang, Kamis (10/6/2021).

Herry Battileo kepada awak media mengatakan MOI peduli dengan keberlangsungan pers di NTT, dimana masih banyak sekali media-media yang tidak memiliki legal standing/badan hukum.

“Kita (MOI_red) memiliki kerinduan besar untuk membantu media-media tersebut supaya tidak berhadapan dengan konsekuensi hukum nantinya,” ujat Herry Battileo.

Hal senada juga ditambahkan oleh Andre Lado, bahwa setiap perusahaan pers wajib berbadan hukum sesuai perintah UU Pers No.40 Tahun 1999.

“Ini himbauan yang sering kita sampaikan keseluruh media MOI NTT bahwa, yang tidak berbadan hukum bukanlah bagian dari pers karena perintah UU Pers sudah jelas.” Imbuhnya.

Sementara Rusydi Maga yang juga merupakan wartawan utama, sangat sepakat dengan apa yang disampaikan kedua rekannya tersebut.

“Selain setiap perusahaan pers wajib berbadan hukum, wartawan juga harus memiliki ketrampilan menulis yang baik, dengan taat dan patuh terhadap undang-undang dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik,” katanya.

“Inilah yang dapat membedakan mana yang wartawan dan mana yang bukan wartawan. Karena tanpa melalui tahapan proses belajar yang benar, seorang wartawan tidak mungkin punya kemampuan menulis yang baik,” tandas Rusdy.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60