MPR RI Dorong Pemerintah Melalui Kemenkes Bekerja Maksimal Atasi Penyebaran Virus Corona

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan, pihaknya akan mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengirimkan kelengkapan peralatan yang dibutuhkan RS di daerah untuk penanganan terhadap pasien yang terjangkit virus corona, serta memastikan tenaga medis yang memadai untuk menangani pasien terjangkit virus yang dikenal dengan Covid-19 tersebut.

Hal tersebut disampaikan politisi yang akrab disapa Bamsoet tersebut kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (5/3/2020).

“MPR RI mendorong Kemenkes untuk segera mengirimkan kelengkapan peralatan yang dibutuhkan RS di daerah untuk penanganan terhadap pasien yang terjangkit virus corona, terutama kelengkapan untuk membuat ruang isolasi, serta memastikan tenaga medis yang memadai dan mencukupi untuk menangani pasien terjangkit virus tersebut,” katanya.

Bamsoet juga menghimbau, agar pemerintah melalui Kemenkes membuat standar kesehatan rumah sakit (RS) yang sesuai dengan standar perlindungan diri dan kelengkapan yang layak guna.

Saya menghimbau kepada Kemenkes untuk membuat standar kesehatan RS yang sama, seperti standar perlindungan diri dan kelengkapan peralatan yang layak guna, sehingga kualitas RS di seluruh Indonesia merata, dan masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengobatan tanpa perlu terlebih dahulu dirujuk ke RS yang lebih jauh,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar tersebut juga meminta, Pemerintah RI mencari tambahan alat pelindung diri pada RS yang masih kekurangan atau bahkan belum memilikinya sama sekali, sebagai salah satu perlengkapan dalam penanganan pasien virus corona.

“Saya minta, pemerintah untuk dapat mencari tambahan alat pelindung diri untuk RS yang masih kekurangan atau belum memiliki, mengingat alat tersebut saat ini diperlukan sebagai salah satu kelengkapan penanganan terhadap pasien dengan virus corona,” tuturnya.

Ketua DPR RI periode 2014-2019 ini juga berharap, setiap RS hendaknya memberlakukan Standar Operational Procedure (SOP) apabila ada pasien yang terindikasi terinfeksi virus corona.

“Setiap RS harus memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai standar yang berlaku jika terpantau ada pasien yang terindikasi terjangkit virus corona,” tegasnya.

Bamsoet pun menyarankan, kepada setiap Pemerintah Daerah (Pemda), perangkat desa, RS, dan Puskesmas untuk melakukan sosialisasi mengenai pencegahan penyebaran virus corona ini agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Saya menghimbau, seluruh Pemda, perangkat desa, RS, maupun Puskesmas di seluruh Indonesia untuk terus melakukan sosialisasi tentang cara pencegahan penyebaran COVID-19 kepada masyarakat, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai gejala, penanganan, dan pencegahan yang benar, agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat diketahui secara pasti kebenarannya,” sarannya.

Pansus Penanganan Virus Corona

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menyatakan, dirinya tidak menyetujui usulan beberapa anggota DPR RI yang akan membentuk Panita Khusus (Pansus) mengenai penanganan wabah virus corona di Tanah Air.

“Nah kalau ke Pansus atau tidak saya kira nanti kita lihat dulu. kalau ke Pansus kan selalu harus ada usualannya dan usulannya paling tidak harus 25 orang anggota plus dari dua fraksi paling tidak,” jelasnya.

Selain itu, Arsul mengatakan, saat ini tidak ada alasan yang dapat digunakan sebagai dasar usulan pembentukan Pansus.

“Kalau ada yang usul Pansus apa pun kita lihat dulu dong alasannya apa. Perlu atau tidak dibentuk Pansus, ataupun kalau pun perlu apa sekarang apa nanti,” terangnya.

Sekjen PPP tersebut menjelaskan, apabila usulan tersebut hanya berupa Panitia Kerja (Panja), maka dirinya merasa hal tersebut adalah hal yang wajar, lantaran setiap Komisi di DPR RI memiliki hak untuk membentuk Panja.

“Di DPR RI yang terjadi di dalam berbagai Komisi masing-masing Komisi kan punya kewenangan untuk melaksanakan tupoksinya dengan berbagai instrumen, termasuk membentuk Panja,” urainya.

Arsul mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan apabila ada Komisi di DPR RI yang nantinya akan membentuk Panja terkait penanganan wabah virus corona ini.

“Saya kira tidak akan ada masalah sepanjang bidang-bidang yang didalami Panja itu bagian dari tupoksinya, katakanlah kalau Komisi I ingin membentuk Panja ketahanan kita dalam menghadapi corona virus tentu kan tidak terkait dengan aspek kesehatannya, tapi aspek kesiapan misalnya TNI. Tidak bisa dipungkiri TNI kan selama ini berperan maksimal ya. Selama ini dalam menyiapkan sarana-sarana dan fasilitas, saya kira tidak ada masalah,” paparnya.

PPP sendiri, tutur Arsul, merasa pembentukan Panja maupun Pansus penanganan wabah virus corona belum diperlukan, lantaran pemerintah telah bekerja maksimal dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19 ini.

“Saya kira pemerintah telah menunjukkan crisis management yang lebih baik. Kemarin kita lihat juga pemerintah telah menyepakati untuk menentukan lima protokol yang terkiat dengan penanganan corona. Kita lihat saja implementasi lima protokol itu seperti apa dalam hari-hari ke depan ini, nanti dikritisi lagi kalau ada yang kurang,” pungkasnya. LN-RED

banner 300x250

Related posts

banner 468x60