Mr. Kan: Mereka Lontarkan Isu Sara Untuk Memutar Balikkan Fakta

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

JAKARTA, LiraNews.com – Pengamat sosial keturunan Tionghoa, Kan Hiung mengungkapkan sejak Oktoner 2016 – Maret 2017 sering membaca tulisan balasan dari sekolompok kecil teman-teman bahwa seakan ada penyebaran kebencian, politik kotor, berita miring, provokasi, intoleransi, rasis, diskriminasi, radikal, dipolitisir, dll.

“Setiap dapat balasan kalimat tersebut saya dengan bijaksana meminta mereka untuk membuktikan bagian mana dari penyampaian yang disebut itu. Tolong dibuktikan dan sertakan alasan-alasan yang masuk akal berdasarkan fakta dan kenyataan, namun sampai saat ini Saya belum juga mendapatkan penyampaian bukti serta alasan yang jelas dari mereka,” ujar Mr. Kan.

Ini artinya, kata Kan, kalimat yang mereka lontarkan itu adalah isu SARA hoax untuk berusaha memutar balikkan fakta karena tanpa bukti dan alasan yang jelas, dan Saya dengan tegas katakan bahwa kalian ini telah terbawah arus yang sangat – sangat kotor.

Dengan tegas Kan menjawab, bahwa mereka tidak dapat berpikir dengan bijaksana apa itu perbedaan antara Peyebaran Kebencian dan Penyebaran Kebenaran yang telah dengan sesuai fakta dan kenyataan atau sudah apa adanya.

“Ini jelas sangat berbeda, dan coba buka internet cari seperti apa yang dimaksud kampanye positif dan seperti apa itu kampanye hitam, kita harus mampu membedakannya.  Solusi dan saran dari saya untuk saudara-saudara & teman-teman yang terhormat semuanya, jika ingin betul-betul ikut dalam hal sosial politik, maka pahamilah ketiga pemahaman ini dulu : Anality, Faktuality, dan Solutif,” imbuhnya.

Selain itu, katanya, harus coba pelajari tentang Hukum dan UU yang berkaitan pada setiap permasalahan yang di bahas, karena hal sosial politik menurut pengamatanya itu selalu berkaitan dengan Hukum dan UU yang berlaku, tanpa dapat memahaminya.

Maka ada lebih baiknya terapkan lah Sistem : ” Silent is golden yang artinya diam adalah emas ” agar tidak terbawah arus yang sangat kotor, mengingat situasi politik yang tampak agak memanas, kita juga harus sama-sama dapat mencegah terjadinya kegaduhan yang makin panas sehingga kita juga dapat mencegah potensi-potensi yang akan terjadinya kekacauan tak terkendalikan.

“Hal ini jika sampai terjadi maka kita akan sama-sama mengalami kerugian yang sangat besar, karena kita ini semuanya adalah saudara sebangsa dan setanah air, dengan Kondisi negara Aman damai maka ekonomi akan dapat berangsur menjadi lebih baik,” pungkas Anggota Kesatuan Aksi Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Indonesia (KAPPRI). LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sat Mar 11 , 2017
LiraNews.Com