Mui : Polri Untuk Kepentingan Negara, Bukan Meneror Masyarakat

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Banyak pihak menyesalkan kepolisian yang menangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Mohammad Al-Khaththath dengan tuduhan makar.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menyarankan agar Polri cermat dalam melakukan penangkapan atas dugaan makar tersebut.

“Karena pengalaman pada penangkapan saat demo tempo lalu belum ada kelanjutan proses hukumnya,” ujar Kiai Cholil kepada wartawan, Minggu (3/4/2017).

Langkah kepolisian, katanya, merupakan bentuk kekhawatiran yang berlebihan. Sehingga dinamika demokrasi menjadi kurang harmoni

Karena itu, ia menyarankan agar pejabat Polri mengembalikan fungsi institusinya untuk kepentingan negara, bukan malah menjadi teror bagi masyarakat.

“Dikembalikan fungsi Polri untuk kepentingan dan keamanan negara,” kata Cholil.

Seperti dikabarkan, menjelang pelaksanaan Aksi 313 pada Kamis (30/3/2017) malam, aparat kepolisian tiba-tiba menangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththat yang menjadi penggerak aksi tersebut.

Ia ditangkap atas dugaan makar bersama empat orang lainnya, yaitu aktivis Zainuddin Arsyad, Wakorlap Aksi 313 Irwansyah, Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugraha, dan Andry.

Bahkan, sebelum digelarnya aksi 212 lalu, aparat kepolisian juga menangkap beberapa orang tokoh terkait kasus dugaan makar. Mereka ditangkap pada Jumat (2/12/2016) lalu dalam rentang pukul 03.00 WIB sampai 06.00 WIB di sejumlah lokasi berbeda.

Kepolisian menetapkan tersangka atas kasus dugaan makar pada Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Eko, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas.

Namun, kasus tersebut hingga kini tak ada kejelasannya. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60