Mulyanto Ingatkan Pemerintah Sigap atas Kelangkaan Gas Elpiji di Jawa Tengah

Jakarta, LiraNews – Menyusul kabar kelangkaan gas Elpiji di beberapa wilayah di Jawa Tengah, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah segera mengatasi masalah tersebut secara cepat dan tepat.

Mulyanto mengingatkan pemerintah harus sigap mengantisipasi berbagai kendala distribusi BBM dan Elpiji di bulan Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri ini.

“Jangan sampai di tengah suasana ibadah di bulan suci ini masyarakat harus disibukkan dengan wara-wiri atau mengantri gas Elpiji tiga kilogram dengan harga selangit. Ini kan sangat tidak kita inginkan,” kata Mulyanto kepada para wartawan, Jumat (22/3/2024).

Wakil Ketua F-PKS DPR RI bidang Industri dan Pembangunan ini menyebut berdasarkan informasi dari Pertamina, secara nasional cadangan gas Elpiji tiga kilogram aman, di kisaran angka belasan hari.

Namun demikian, lanjut Mulyanto, tidak sedikit daerah yang cadangan gas Elpijinya hanya sekitar 4 hari atau di bawah 4 hari.

“Kondisi ini tentu riskan karena perlu mobilisasi yang cepat dari terminal-terminal Elpiji terdekat untuk dapat menjamin kelancaran suplai gas Elpiji bagi masyarakat tersebut. Contohnya wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujar Anggota Baleg DPR RI ini.

Usai kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Sumatera Bagian Selatan, Rabu 20 Maret 2024, diketahui cadangan Elpiji untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan hanya sebesar 3,8 hari. Untuk daerah lain dikabarkan juga ada yang cadangan Elpijinya sekitar angka itu.

Artinya, jelas Legislator asal Dapil Banten 3 ini, pemerintah perlu ekstra hati-hati untuk daerah-daerah dengan cadangan Elpiji pas-pasan seperti itu, apalagi ketika muncul masalah dalam akses transportasi, seperti banjir, sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini di Jawa Tengah.

“Musim penghujan belum selesai. Kemungkinan musibah banjir yang akan menghambat kelancaran distribusi gas Elpiji sangat terbuka. Karenanya langkah antisipasi dari Pertamina menjadi sangat penting,” tandas Mulyanto.

Diberitakan, kelangkaan Elpiji terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Harga gas Elpiji tersebut pun meroket mencapai kisaran Rp25.000 – Rp50.000 per tabung berukuran 3 kilogram.

Penyebab kondisi ini diduga adalah kesulitan dalam pengiriman akibat banjir yang melanda beberapa daerah di Jawa Tengah.

Keterbatasan pasokan gas Elpiji ukuran 3 kilogram terjadi di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, dan Grobogan, menyebabkan kekhawatiran bagi warga, bahkan membuat mereka terpaksa mencari hingga ke pengecer terjauh dengan harga yang melonjak tinggi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *