Munas III LSM LIRA 2022; Perkuat Kesatuan, Jaga Keutuhan Menuju Pemilu Cerdas 2022, Sekaligus Peluncuran Pemantau Pemilu Independen LSM LIRA 2024

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Lembaga Sosial Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA), menyelenggarakan Munas III untuk membangun negeri, menjaga bangsa, dengan Tema ” Perkuat Kesatuan, Jaga Keutuhan Menuju Pemilu Cerdas 2024 sekalian Peluncuran Satgas Pemantauan Pemilu Independen LSM LIRA 2024, bertempat di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Senin, 27 Juni sd Rabu, 29 Juni 2022.

Hadir pada munas III LIRA ini Dewan Pendiri LIRA, Drs. H.M. Jusuf Rizal, SE, SH, M.Si, Sekretaris Hasyim Arif, SE, Anggota : KH. Zainuddin Husnie, SH, MH, Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, Hj. Tuty Tukiyati serta Ketua Panitia Hj. Zeni T. Rohayati, SE, Ak, ME.

Perwakilan DPD, DPC, DPW LSM LIRA dan Gubernur, Bupati LIRA serta anggota LIRA di seluruh Indonesia.

I

Imam Bogie Yudha Swara selaku panitia penyelenggara dalam sambutan awalnya menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas kehadiran Ketua Umum, sekjen, pendiri LSM LIRA, khususnya Gubernur, Bupati, dari LSM LIRA seluruh Indonesia. Juga dari perwakilan Bawaslu, KPU, LMPP, organisasi organisasi sayap brigade komando LSM LIRA seluruh Indonesia yang ikut hadir.

Imam mengatakan bahwa kegiatan Munas ini berbeda dengan kegiatan organisasi politik, karena ini adalah lembaga Swadaya masyarakat yang ingin memberi kontribusi bagi bangsa dan negara sama dengan organisasi sosial masyarakat lainnya, “tuturnya.

“Jangan kita terjebak kepada hal hal yang tidak produktif tetapi lakukanlah hal hal yang produktif”, tutur Budi dalam sambutannya, di acara pembukaan Munas III, di Wiladatika Cibubur, Selasa (28/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut Budi juga membacakan sajaknya yang berjudul La Nyalla.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Munas III LSM LIRA, Hj. Zeni T.Rohayati, SE, Ak, ME mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Munas III terutama presiden LIRA, sekjen, Ketua penyelenggara, Ketua LMPP dan brigadirnya, juga anggota bawaslu dan semua anggota LIRA seluruh Indonesia.

“Ucapan selamat datang juga kepada para gubernur, bupati, dan LSM lira seluruh Indonesia, juga perwakilan DPD, DPC, DPW seluruh Indonesia serta ucapan terimakasih kepada seluruh panitia atas supportnya atas terselenggaranya acara ini.

”Ini menjadi niat yang baik bagaimana kita membangun bangsa agar lebih baik dan maju. Kita berharap Munas ini berjalan lancar, dan menjadi LIRA menjadi LSM yang berguna bagi sesama dan semoga menghasilkan hal yang luar biasa dan inovatif, “ungkapnya.

Presiden LIRA, Drs. H. Muhammad Jusuf Rizal, SE, SH, MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh sesepuh pendiri, serta semua undangan, juga para gubernur, bupati, pejabat LSM LIRA dari seluruh Indonesia yang hadir di acara Munas III ini.

”Hari ini merupakan puncak dari kegiatan LSM LIRA, dimana usia LIRA sudah mencapai 17 tahun, “Saya membangun semua ini dari awal dengan penuh tantangan, cacian, cemoohan bahkan ancaman. “Dan saya yakin anggota LIRA ini adalah para petarung yang punya nyali. “Saya senang karena di organisasi ini banyak terbentuk organisasi organisasi masyarakat, juga majelis dzikir merah putih”, ungkapnya.

Lebih lanjut Jusuf Rizal mengatakan bahwa “Kita buat organisasi ini dengan semangat mendengar, melihat, dan berbuat. Kita berharap akan muncul calon calon pemimpin masa depan,.Disamping itu Jusuf juga menyampaikan bahwa dirinyatidak akan mengajukan diri lagi untuk menjadi presiden LIRA di Munas III kali ini. Karena berharap akan terbangun sinergitas dan moralitas antar sesama anggota, “imbuhnya.

Menurutnya LSM LIRA tersebar di 470 kabupaten kota, 34 provinsi, dan merupakan satu satunya LSM yang mempunyai cabang yang terbesar dan terbanyak di Indonesia bahkan didunia,”tuturnya.

Menurutnya LSM LIRA hadir untuk membangun negeri, menjaga keutuhan bangsa. Menghasilkan pemimpin pemimpin masa depan dan program program yang berguna bagi bangsa dan negara. “Saya yakin, siapapun yang menjadi pemimpin nanti, harus bersiap untuk puasa. Yaitu puasa membangun integritas. “Jangan sampai perbedaan politik membuat kita terpecah, yang penting kita selalu menjaga kesatuan dan persatuan,”tandasnya (Eko/LN/Kaltim)

Related posts