Muslim Arbi: Polisi Segera Bebaskan Tertuduh Makar

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Polisi segera saja bebaskan mereka yang di tahan dengan Tuduhan Makar. Penangkapan dan Penahanan Ustadz Muhammad Al Khaththath, koordinator Aksi 31 Maret (Aksi Bela Islam 313), Presiden AMSA, Asosoasi Mahasiswa Muslim ASEAN, Zainuddin Arsyad juga 3 Aktifis lain nya.

Penahana itu tidak punya dasar hukum yang kuat. Karena tuduhan makar yang di lontarkan Polisi melampaui kewenangan nya. Karena urusan Makar adalah wilayah Pertahanan Negara dan masuk kewenangan Mentri Pertahaman. Bukan kewenangan Kapolri.

Jika isu makar tetap di paksakan terhadap lima orang yang sudah di tangkap dan di tahan itu, maka Polisi dipastikan Langgar UU.

Bercermin pada sejumlah Tokoh Senior Rachmawati Cs yang di tangkap pada Aksi 212, lalu di lepas karena polisi susah menemukan bukti makar yang di tuduhkan, maka Polisi sudah sadar dan membebaskan mereka yang di tangkap dan di tahan pada malam jelang Aksi 31 Maret kemarin.

Karena penangkapan dan penahanan ke 5 Aktifis tersebut, dikategorikan polisi lakukan perbuatan salah yang sama. Artinya polisi lakukan kekeliruan yang sama.

Polri semestinya sesuai Amanat UU, mengawal dan mengamankan Unjuk Rasa dengan Tema Bela Islam. Para Peserta Aksi Bela Islam yang di lakukan berkali kali itu cuma menuntut Penegakkan Hukum dan Keadilan bagi si Terdakwa Penista Agama dengan menangkap dan menahanan nya.

Aksi Bela Islam berturut turut itu hanya satu misi nya. Yaitu Mendesak Penangkapan dan Penahanan Basuki Tjahaja Purnama, Ahok yang sudah jadi Terdakwa dan duduk di Kursi Pengadilan sebagai Penghina Alquran Almaidah 51. Publik sudah tahu Yurisprudensi Penghina Agama selama ini di Tangkap di Tahan dan di Adili.

Jika saja hukum berlaku adil dengan menangkap dan menahan Ahoj, mantan anggotq dewan Golkar itu tidak akan memberi efek apa2. Kecuali menjadi penegakkan Hukum yang Adil dan menjadi Pelajaran agar perbuatan yang di lakukan Ahok itu tidak terulang di kemudian hari.

Polisi seharusnya lakukan tugas nya adalah mengawal dan mengamankan Aksi penyampaian pendapat Rakyat secara Damai itu sebagai ekspresi dan ekpektasi Demokrasi. Jadi,  Kepolisian lakukan penangkapan dengan tuduhan makar itu adalah kontra produktif. Bahkan terkesan polisi provikasi massa aksi untuk berbuat anarkis..

Penulis juga hadir di tengah jutaan Massa Aksi 313, bakda Jumat di Istiqlal menuju ke depan Istana. Terlihat suasana Damai dan cool dalam penyampaian Aspirasi leawat mobil2 Sound system, Poster dan Spanduk yang di bawa peserta yang hadir karena panggilan Iman dan Islam mereka.

Tokoh Reformasi, Prof Amien Rais bersama sejumlah delegasi bertemu dengan Menkopolhukam Jendral (Purn) TNI Wiranto SH, mewakili aspirasi pengunjuk rasa hanya meminta Keadilan dan Penegakkan Hukum Yang Adil Terhadap Penista Agama. Tak ada unsur Makar di dalam nya. Moso cuma Unjuk Rasa ko di tuduh makar, suara2 Protes yang terdengar di tengah lautan massa aksi 313 itu yang diperkirakan 3 juta an.

Kesimpulan  nya,  Kepolisian tidak usah malu akui kekhilafan dan bebaskan para Tahanan Tuduhan Makar sekarang ini dengan meminta maaf kepada Masyarakat dan Umat Islam. Dan Polisi jangan ulangi kekeliruan ini. Agar Polri tetap menjadi Bayangkara Negara.

MUSLIM ARBI, KOORDINATOR GERAKAN ALIANSI LASKAR ANTI KORUPSI (GALAK)

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Apr 3 , 2017
LiraNews.Com