Nadiem Disarankan Tutup Sekolah untuk Cegah Penyebaran Corona

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta mempertimbangkan berbagai skenario dalam mitigasi wabah Korona di lingkungan sekolah dan kampus.

Anggota Komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mengatakan, penutupan sementata sekolah bisa dipertimbangkan seiring bertambahnya warga Indonesia yang positif virus corona.

Read More

banner 300250

“Kalau wabah Korona ini semakin meluas, Pak Nadiem juga harus mempersiapkan skenario seperti penutupan sementara untuk sekolah dan kampus,” kata Irine di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Ia menjelaskan, wabah corona adalah bentuk dari bencana non-alam. Dan Indonesia sudah terbiasa melakukan mitigasi bencana yang bersipat alam seperti gempa bumi dan sebagainya.

Karena itu, mitigasi bencana non-alam seperti wabah corona, perlu dilakukan termasuk bila harus menutup sekolah dan legiatan belajar mengajar sementara bisa dengan kelas online atau tugas di rumah.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, beberapa sekolah internasional di Jakarta saat ini sudah mengganti pengajaran kelas fisik dengan kelas online, seperti halnya beberapa institusi pendidikan di luar negeri.

“Saya meminta menteri pendidikan untuk mulai mengomunikasikan skenario mitigasi seperti itu. Saya percaya, sebagai inovator, Pak Nadiem bisa melakukan inovasi pendidikan seperti itu,” ujarnya.

Irine juga menambahkan, hal yang tidak kalah penting adalah memikirkan skenario untuk sekolah dan kampus di luar Jawa, seperti di Indonesia Timur, yang infrastruktur teknologinya tidak sebaik di Jakarta.

“Jadi tidak harus kelas online real time. Bisa misalnya siswa mengumpulkan tugas kepada guru melalui email atau WhatsApp. Toh selama ini siswa dan guru sudah biasa berinteraksi lewat aplikasi chat. Ini hanya salah satu pilihan saja,” kata wakil rakyat dari Dapil Maluku Utara ini.

Menurut Irine, salah satu hal terpenting saat ini adalah mencegah penyebaran virus, supaya tidak semakin banyak yang terkena.

“Itulah mengapa banyak negara melakukan lockdown atau karantina, mengurangi acara kumpul banyak orang, dan lain-lain. Ini bukan panik, tapi langkah yang masuk akal untuk dilakukan,” kata Irine.

Mitigasi bencana non-alam ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yang menginstruksikan jajarannya supaya memiliki mitigasi dan skenario penanganan wabah penyakit yang matang.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60