Narkotika dan Perzinahan Seperti Mata Uang Saling Bergandengan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Bahaya penyalahgunaan narkoba telah menyebar ke semua lini masyarakat, dari hal itulah sosialisasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pada masyarakat perlu di tingkatkan.

“Tidak hanya melalui informasi sekuler, pencegahan juga harus di lakukan melalui ceramah dan kajian keagamaan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, Sabtu (29/02/2020).

Sulistyo Pudjo bersama Ustadz Oemar Mita, memberikan materi bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Masjid Al-Falah, Cipayung, Jakarta Timur dengan tema “Jerat-Jerat Narkoba di Sekitar Kita”.

“BNN sebagai Leading Sektor terhadap kebijakan pemberantasan narkoba, memberdayakan berbagai instrumen dan institusi negara yang ada, dibantu dengan LSM, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk secara bersama-sama menguatkan daya tahan masyarakat dari bahaya narkotika,” ucap Pudjo dalam materinya.

Ustadz Oemar Mita juga menyampaikan bahwa, narkotika dan perzinahan seperti mata uang yang saling bergandengan, jangan sampai kita membahas perzinahan tapi kita melupakan bahwa salah satu pemicu yang bisa menyebabkan orang melakukan perzinahan karena kondisi ketergantungan pada obat atau narkotika.

“Salah satu benteng yang bisa menjaga dari serangan narkotika salah satunya di masjid ketika orang memiliki iman yang lemah itu bisa menjadi potensi untuk adanya perdagangan dan perputaran narkotika yang luar biasa,” pesan Oemar Mita.

Sebelum menutup kajian, Kepala Biro Humas dan Protokol meminta jemaah Masjid Al-Falah berada di belakang BNN, untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia. LN-Hms

banner 300x250

Related posts

banner 468x60