Nelayan Tradisional Menjerit, Kapal Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik Bebas Melaut

  • Whatsapp
banner 468x60

Belawan, LiraNews – Pasca maraknya pemberitaan mengenai keberadaan Kapal ikan Pukat Trawls (Hela) dan Pukat Tarik (Seine Nets) tidak mempengaruhi beroperasinya kapal tersebut, karena sang pemilik kapal menilai semua instansi terkait sudah tidak ingin membahas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 sehingga kapal-kapal tersebut sesuka hatinya beroperasi dan jumlah armadanya semangkin menjamur beredar pada Kamis, (30/01/2020) di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Keberadaan kapal pengguna alat tangkap yang dilarang pemerintah tidak menjadi persoalan bagi instansi terkait, hal ini dilihat dari jumlah armadanya yang terus bertambah sehingga pergerakan nelayan tradisional semangkin menyempit dan berimbas kepada penghasilan mereka untuk dibawa pulang.

“Para pemilik kapal dan instansi terkait nampaknya sudah berkolaborasi karena keluhan kami sebagai nelayan tradisional selama ini tidak menjadi acuan mereka terutama Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sebagai lembaga yang ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak berfungsi sebagai mana mestinya”, ucap Iwan warga Bagan Deli yang berprofesi sebagai nelayan.

“Kami nelayan tradisional masih punya akal sementara mereka yang punya pendidikan tinggi tidak berakal, jangan jadikan kedudukan (jabatan) mereka untuk menindas kami yang kecil ini dan perlu mereka sadari mereka bekerja digaji negara dari uang rakyat untuk apa ?” ujarnya.

Ketua KNTI Kota Medan, M. Isa Al Basir ketika dikonfirmasi kru Lira News seputar keberadaan kapal ikan pukat trawls dan pukat tarik yang dilarang pemerintah tapi masih beroperasi bahkan menjamur diareal Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan mengatakan, dalam Permen Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 sudah jelas dikatakan bahwa penggunaan alat tangkap pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dilarang.

“Penggunaan alat tangkap ikan pukat hela dan pukat tarik telah mengakibatkan menurunnya sumber daya ikan dan mengancam kelestarian lingkungan sumber daya ikan oleh karena itu, dipandang perlu untuk dilakukan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan pukat hela dan pukat tarik,” jelasnya.

“Apabila rumah ikan sudah tidak ada kemana nelayan tradisional mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka dan kedepannya mau jadi apa mereka ?” lanjutnya.

“Aparatur instansi terkait yang tidak mampu melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah jabatannya lebih baik dicopot, karena masih banyak anak bangsa yang mampu memajukan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta ini dibandingkan dengan mereka,” tutupnya. LN-WIN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60