Nyambi, Bupati Indramayu Nina Agustina Terancam Dinonaktifkan

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Bupati Indramayu, Nina Agustina terancam diberhentikan sementara dari jabatannya lantaran terindikasi melanggar Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Pasalnya, berdasarkan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham yang diunggah pada Selasa (15/6/2021), politikus PDIP tersebut dikabarkan diam-diam ‘nyambi’ sebagai Direktur dan Komisaris di 2 (dua) perusahaan swasta.

Padahal, Nina Agustina telah dilantik menjadi Bupati Indramayu pada Jumat (26/2/2021). Akan tetapi hampir 4 (empat) bulan setelah dilantik, dirinya tak jua mengundurkan diri dari jabatan yang terlarang untuk dirangkap oleh seorang Kepala Daerah maupun Wakil Kepala Daerah.

Pasal 76 Ayat (1) Huruf (c) Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah mengatur bahwa, “Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dilarang menjadi pengurus suatu perusahaan, baik milik swasta maupun milik negara/ daerah atau pengurus yayasan bidang apapun.”

Jika melanggar, yang bersangkutan dikenakan sanksi berupa pemberhentian sementara selama tiga bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 77. Untuk Gubernur dan atau Wakil Gubernur, sanksi diberikan oleh Presiden. Sedangkan untuk Bupati dan atau Wakil Bupati serta Walikota dan atau Walikota, sanksi diberikan oleh Menteri (Mendagri, -red).

1. PT Delta Buana Pratama

Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa petugas keamanan ini beralamat di Gedung Graha Irama Lantai 12, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Nina Agustina tercatat sebagai Direktur dengan kepemilikan 2.100 lembar saham sejumlah total Rp 2,1 Miliar. Sedangkan ayahnya, Jenderal (Purn) Dai Bachtiar menjabat sebagai Komisaris sekaligus pemegang 8.400 lembar saham senilai total Rp 8,4 Miliar.

Perubahan Data Perseroan dan Perubahan Anggaran Dasar terakhir kali dilakukan melalui Notaris Mulyadi yang berkedudukan di Kabupaten Bogor tanggal 5 Maret 2020 dan disahkan oleh Ditjen AHU Kemenkumham tanggal 6 Maret 2020.

2. PT Dinda Abadi

Tidak diketahui perusahaan ini bergerak di bidang apa, namun beralamat di Jalan Pluit Karang Sari XV Blok D VII T/89, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Nina Agustina tercatat sebagai Komisaris merangkap pemegang saham dengan kepemilikan 2.400 lembar atau setara Rp 1,2 Miliar. Sedangkan yang menjabat sebagai Direktur adalah Adi Hamdani sekaligus pemilik 1.600 lembar saham senilai Rp 800 Juta.

Perubahan Data Perseroan terakhir kali dilakukan melalui Notaris Buang Affandi yang berkedudukan di Kabupaten Bogor tanggal 14 Februari 2012 dan disahkan Ditjen AHU Kemenkumham tanggal 30 April 2012.

3. Data Pembanding

Dokumen Model BB2 KWK memuat Daftar Riwayat Hidup Bakal Nina Agustina sebagai Calon Bupati Kabupaten Indramayu untuk Pilkada 2020.

Didalamnya tertera bahwa saat itu Nina Agustina menjabat di 5 (lima) badan hukum sebagai berikut:

– Ketua Yayasan Dai An Nur, Losarang, Indramayu sejak 2017
– Direktur CV Dinda Abadi sejak 2009
– Komisaris PT Dinda Abadi sejak 2009
– Direktur Utama PT Delta Buana Pratama sejak 2013
– Managing Partner NDB Law Firm & Partners sejak 2018

4. Catatan

Hingga berita ini ditulis dan diterbitkan, kami belum bisa menghubungi Bupati Indramayu, Nina Agustina untuk dimintai penjelasannya. Bila kemudian hari terdapat keterangan dari yang bersangkutan, akan dimuat dalam pemberitaan selanjutnya.

Related posts