PAC GP Ansor Kedungdung Ajak Pemerintah Tolak Faham Sesat dan Khilafah

  • Whatsapp
banner 468x60

Sampang, LiraNews – Ketua terpilih PAC GP Ansor Kedungdung Sampang, Abdul Kohar, mengajak kepada instansi pemerintah, khusunya Kecamatan Kedungdung Sampang, untuk bekerja sama dalam kemaslahatan umat, memerangi faham sesat, dan menolak ideologi faham Khilafah, Sabtu, (15/02/2020).

Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya sebagai ketua terpilih Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kedungdung Sampang, pada acara pelantikan pengurus yang baru, setelah menggantikan Ketua Demisioner PAC GP Ansor Kedungdung, Ach. Kosim.

“Kami GP Ansor memiliki gerakan moderat tidak seperti mereka yang radikal. Kami Ansor, tidak mau Khilafah. Kami Ansor, menolak adanya Khilafah. Maka dari itu, saya harap pemerintah bekerjasama dengan kami menolak adanya faham sesat dan Khilafah,” tukasnya.

“Dalam fase sepuluh tahun sebelumnya, Ansor Kedungdung memang mengalami kemunduran. Padahal, sebelum fase tersebut, Ansor pernah menduduki kejayaan luar biasa bahkan supramasi. Maka dari itu, mulai saat ini saya akan semangat bangkit kembali. Dan berharap kepada segenap pemerintah, khususnya Kecamatan Kedungdung, untuk bersama kami dalam kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Hal yang sama. Ketua Pengurus Cabang Ansor Sampang, Khoiron Zaini menekankan, bahwa Ansor ini adalah Banom Nu yang wajib aktif sebagai pembela Ulama’, patuh dan tunduk kepada Ulama’ dalam hal apapun. Menurutnya, para muassis pendiri NU dan penerusnya adalah para tokoh sentral, jelas sanadnya, jelas kealimanya,” jelas kewaliyanya.

Pimpinan Majlis Attaufiq tersebut sedikit menceritakan, bahwa pernah ada dua santri yang mendapat mandat langsung dari gurunya. Dalam mandat tersebut, sang kiyai menyuruh kedua santrinya untuk menaiki perahu. Anehnya, kiyai berpesan untuk menyebut namanya, dan melarang memyebut nama Allah, kalau terjadi apa apa.

Salah satu dari kedua santri tersebut timbul iskal dan ragu, hingga menganggapnya kiyai aneh dan sesat. Singkat cerita, ditengah lautan kedua santri tiba-tiba tenggelam, serentak santri tersebut menyebut nama gurunya. Aneh, ia bisa berjalan diatas air. Sedangkan yang satunya, tetap dalam keraguan, akhirnya tenggelam.

“Arti dari kissoh tersebut, kita ini jauh kedudukanya dibanding ulamak. Jadi, jangan kagetan atas hal-hal yang dianggap aneh oleh kita, hingga menuduh ulama’ sesat. padahal, kitalah yang tak sampai ilmunya,” jelasnya.

“Niat Ulama’ itu baik. Beliau faham, dengan menyebut langsung nama Allah, santri tersebut tidak langsung diijabahi, sehingga harus menyebut nama kiyai untuk meminta tolong agar cepat diijabahi oleh Allah,” lanjutnya.

Perlu diketahui, acara tersebut digelar di Kantor Majlis Wakil Cabang Nahdotul Ulama (MWCNU) Kedungdung Sampang, tepatnya di Jalan Raya Komis Kedungdung Sampang, dengan dihadiri oleh segenap Pengurus Cabang (PC) Ansor Sampang, MWCNU Kedungdung, Pengurus Ranting Ansor se-Kedungdung, juga Kepala Desa dan segenap Pemerintah Kecamatan Kedungdung.

Sampai pada akhirnya, acara selesai setelah pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pembaiatan bersama yang dibacakan langsung oleh Pengurus Cabang Ansor Sampang kepada segenap pengurus yang baru untuk periode 2019-2021. LN-Hilafran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60