Pakai Sabu Biar Fit dan Ceria, Penyanyi Cantik Jadi Pesakitan

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Surabaya, LiraNews — Bagi Yolla Berlin, terdakwa dalam kasus narkotika jenis sabu, dia gunakan barang haram itu buat fit dan ceria. Karena dia berprofesi sebagai penyanyi.

Hal itu terungkap saat terdakwa kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi penangkap di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (2/9/2019).

Fabianes George, saksi penangkap yang bertugas di Satreskoba, Polrestabes Surabaya, memberikan keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Eko, bahwa terdakwa ditangkap di sebuah kos (Zona Homestay).

Terdakwa kedapatan membawa sabu seberat brutto 0,12 gram. Pengakuanya untuk dipakai sendiri.

“Saya tangkap terdakwa di dalam kosnya. Setelah digeledah, ditemukan sabu di dalam saku di kantong sebelah kiri. Ngakunya di pakai sendiri,” kata saksi Fabianes, saat memberikan keterangan di ruang Candra.

Selanjutnya, usai pemeriksaan saksi, hakim Eko kemudian melanjutkan agenda sidang ke pemeriksaan terdakwa. Saat ditanya terkait berapa lama terdakwa sudah memakai barang haram tersebut.

”6 bulan pak hakim, saya beli Rp 200 ribu untuk 1 paket,” ucap terdakwa yang saat sidang di dampingi kuasa hukumnya,” kata Farah.

Terdakwa juga menambahkan, alasan dirinya memakai sabu untuk membuatnya lebih fit, ceria dan energik saat bekerja sebagai seorang penyanyi. “Biar semangat, fit dan ceria pak hakim,” ucap terdakwa.

Terpisah, penasehat hukum terdakwa yakni Farah SH, saat ditemui usai sidang mengatakan, bahwa dirinya tidak sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya yang mendakwa dengan pasal 114 ayat (1).

“Karena dia bukan pengedar, kurir atau bandar. Kalau menurut saya dia (Yolla) cocoknya pasal 127,” ujar Farah.

Masih menurut Farah, alasan dari kliennya menggunakan sabu adalah untuk menyambung hidup karena sebagai tulang punggung keluarga.

“Tadi di persidangan sudah dijelaskan, kalau dia sebagai tulang punggung keluarga. Dia harus bekerja demi menghidupi kedua anak-anaknya yang masih kecil. Dia harus fit. Beban hidupnya memang berat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, terdakwa Yolla Berlin ditangkap usai membeli sabu dari Hasip (berkas terpisah). Sebelumnya terdakwa sudah menggunakan sabu bersama Surateno (berkas terpisah) di dalam kamar kosnya. Karena merasa kurang, terdakwa dan Surateno sepakat untuk membeli sabu lagi.

Saat kembali ke kosnya itulah, terdakwa kemudian ditangkap bersama Surateno. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan alat bukti berupa botol plastik yang di pergunakan sebagai alat hisap atau bong dan juga handphone merek OPPO.

Reporter: Alamuddin

Mon Sep 2 , 2019
Jakarta, LiraNews — Direktur Utama BPJS‎ Kesehatan, Fachmi Idris, berencana untuk melakukan penagihan secara door to door. Hal ini untuk meningkatkan tingkat kolektabilitas atau penagihan iuran, BPJS Kesehatan mencatat sepanjang 2018 lalu sekitar 12 juta jiwa atau 39 persen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) tidak tertib membayar iuran. Adapun total PBPU […]