Partai Demokrat Menolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Anggota Komisi IX DPR RI Anwar Hafid menilai, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak sesuai dengan dasar filosofis dibentuknya BPJS Kesehatan.

“Kalau filosofisnya, BPJS itu kan untuk mengurangi beban masyarakat miskin dan kurang mampu. Jadi kalau terjadi seperti ini ya negara harus bertanggung jawab dong membantu orang miskin,” kata Anwar di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (6/11/2019).

Kader Partai Demokrat (PD) tersebut berpendapat, sebetulnya ada dua tujuan BPJS Kesehatan.

“Satu mengurangi beban orang miskin. Kedua orang yang mampu dan kaya Itu diharapkan berkontribusi, bergotong royong membantu orang yang susah,” ujarnya.

Anwar menjelaskan, jadi makna gotong royong disini bukan pada orang miskin tapi pada yang mampu.

“Kalau orang miskin tenaganya bisa gotong royong. Tapi kalau uangnya kan tidak bisa. Mau makan aja mereka susah ya,” tuturnya.

Defisit Anggaran

Terkait defisit anggaran pada BPJS, politisi asal Morowali, Sulteng tersebut menyebut, ada temuan dari BPK yang dapat digunakan sebagai acuan.

“Kan dari BPK, BPK kan menemukan itu bahwa banyak yg tidak membayar. Ada sekian persen yang sudah terdaftar tapi tifak bisa membayar,” sebutnya.

Anwar menyatakan, Indonesia dapat disebut negara gagal lantaran tidak dapat mengurus masalah kesehatan warga negaranya.

“Sebetulnya negara disebut gagal karena banyak persoalan. Ini kan hanya sebagian dari persoalan bangsa. Tapi negara alpa disini khusus masalah kesehatan,” ucapnya.

Anwar berharap, Presiden Jokowi tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

“Kita berharap Bapak Presiden, mudah-mudahan Januari tidak jadi menaikan itu. Ini kan baru Keppres. Belum. Nanti dinaikan 2020 kan. Kalau jadi ya negara alpa disitu,” tukasnya.

Usulan Fraksi Demokrat

Anwar mengaku, partainya mengusulkan iuran BPJS Kesehatan tidak jadi dinaikkan.

“Kita mengusulkan supaya pertama, harus tidak naik. Khususnya kelas tiga.
Itu harus didanai dari negara. Kalau kelas 3 ini dibebaskan oleh pemerintah. Maka akan terjadi seleksi alamiah. Orang yang mampu tidak mungkin pindah ke kelas 3,” tandasnya.

Anwar mengatakan, naik tidaknya iuran BPJS Kesehatan tidak akan berpengaruh terhadap kualitas layanan di RS.

“Yang penting dia dibayar. Tidak ada pengaruhnya. Karena dinaikan atau tidak dinaikan itu kan mereka siapapun yang dilayani kan harus bayar. Tidak ada pengaruhnya pada pelayanan sebetulnya,” tutupnya. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60