Partai PARSINDO Tolak Ahok Buat Apartemen Prostitusi Di Jakarta

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com — Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia) menolak gagasan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang mau membuat Apartemen Prostitusi di DKI Jakarta guna menyediakan transaksi seksual secara legal. Konsep ini seperti melecehkan umat Islam dan menunjukkan inkonsistensi Ahok mengatasi masalah prostitusi.

“Dulu Ahok menggusur Kalijodo untuk memberantas jual beli “nafsu syahwat”. Umat Islam memberikan dukungan sehingga penggusuran tanpa menemukan rintangan. Penghuni Kalijodo yang ribuan orang kocar kacir entah kemana. Janji konsep pembinaan tidak jelas nasibnya. Sekarang, ko malah mau disediakan apartemen,” tegas Presiden Partai Parsindo, HM. Jusuf Rizal mengomentari gagasan Ahok di Jakarta

Sebelumnya melalui Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, Gubernur DKI Jakarta, Ahok melontarkan gagasan untuk membuat Apartemen Prostitusi guna melegalkan praktek pelacuran di DKI Jakarta. Ahok meminta masukan masyarakat agar penyakit masyarakat tersebut dapat diberikan tempat dan memudahkan bagi yang butuh pelayanan syahwat sek

Menurutnya, ada dua hal penting dalam gagasan Ahok tersebut. Pertama, gagasan Ahok itu melecehkan umat Islam sebab saat Ahok melakukan penggusuran Kompleks Pelacuran (Prostitusi) yang legal di Kalijodo, Jakarta Utara didukung umat Islam, meski wanita penjaja sek tersebut banyak juga yang Muslim. Prostitusi merupakan penyakit sosial yang dilarang menurut keyakinan umat Islam. Tetapi sekarang justru mau menghidupkan kembali.

Kedua, Ahok menunjukkan inkonsistensi kebijakan. Jika memang Pemda DKI Jakarta melihat realitas dalam masyarakat bahwa penyakit sosial berupa pelacuran tidak mungkin dihapus, seharusnya dilakukan pembinaan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi penjaja sek komersial tersebut. Tetapi Pemda DKI Jakarta justru menutup Kompleks Pelacuran Kalijodo dan mengorbankan nasib banyak orang.

“Jika memang Ahok punya konsep mengatasi Prostitusi kenapa harus menggusur Kompleks Pelacuran Kalijodo, jika toh ujung-ujungnya mau buat Apartemen Prostitusi. Intinya sama-sama jualan lendir juga kan?. Dulu digusur sekarang malah mau buat Komplek Prostitusi yang elit. Kenapa bukan Kalijodo yang dibangun moden,” tegas aktivis penggiat anti korupsi itu

Pria yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu mencium ada “bau amis” gagasan Ahok mau membuat Apartemen Prostitusi Legal itu . Diduga kebijakan itu merupakan titipan “mafia pelacuran” kelas tinggi dengan jaringan internasional. Penyuplai dari China, Thailand dan beberapa negara Asia termasuk lokal dari beberapa daerah di Indonesia.

Jika nanti sudah diijinkan, maka beberapa tempat hiburan “yang saat ini abu-abu” berpraktek prostitusi terselubung akan meminta izin resmi. Jadi Apartemen Prostitusi ini bisa jadi pintu masuk untuk melegalkan prostitusi terselubung diberbagai tempat hiburan. Katanya, LSM LIRA berdasarkan investigasi punya data tempat hiburan & hotel yang melakukan praktek prostitusi terselubung.

“Karena itu Partai Parsindo menolak gagasan Ahok tersebut. Lebih baik konsentrasi dulu untuk atasi banjir dan macet sesuai janji kampanye. Jika gagasan mau mendirikan Apartemen Prostitusi dijalankan umat Islam pasti akan bereaksi,” tegas Pria berdarah Madura-Batak itu. LN-AZA

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Mar 1 , 2017
LiraNews.Com