Pasca Ditunjuk Sebagai Plt. Bupati Jember, Diduga Muqiet Arief Di Intimidasi Oknum Pejabat Jember Pendukung Faida

  • Whatsapp
banner 468x60

Jember, LiraNews – Pasca Ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jember, Wakil Bupati Muqiet Arief, secara resmi menjalani peran sebagai Bupati Jember menggantikan posisi Faida sebagai Bupati Jember yang harus cuti selama 72 hari, karena mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah Jember pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember 2020 lewat jalur perseorangan.

Namun, ternyata menjadi Plt. Bupati Jember tidaklah mudah bagi Muqiet Arief, hingga beredar issue jika salah satu pejabat Pemkab Jember yang notebene sebagai kroni Faida melakukan intimidasi kepada Muqiet Arif melalui pesan whatsapp (WA).

Read More

banner 300250

Mendengar issue seperti itu, sejumlah elemen warga masyarakat Jember berbondong-bondong menemui Plt. Bupati Jember untuk menanyakan langsung perihal kebenaran informasi tersebut, pada hari Rabu (30/10).

“Pejabat itu mengancam Plt. Bupati, mengatakan jika posisi Plt. itu adalah mandat dari bupati sehingga suatu saat bisa dicabut, ini sudah merupakan perbuatan yang tidak sopan dan pembodohan, karena mandat sebagai Plt. bukan dari Faida, tapi penugasan dari Gubernur Jatim,” ujar Dwie Agus.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jumadi Made, menurutnya adanya indikasi intimidasi yang dilakukan oleh Pejabat Kroni dari Faida disebabkan karena Plt. Bupati Jember akan menjalankan rekomendasi Mendagri tertanggal 11 November 2019, untuk mengembalikan Kedudukan dan Susunan Organisasi Tata Kelola (KSOTK) Pemerintahan Daerah Pemkab Jember sesuai dengan KSOTK 2016.

Jika Plt. Bupati Jember melaksanakan rekomendasi Mendagri tentunya akan berimbas pada tergesernya banyak jabatan dan pejabat, karena mutasi yang dilakukan oleh Faida saat menjabat sebagai Bupati Jember telah melanggar sistem merit.

“Kita juga ada informasi jika intimidasi terhadap Plt. Bupati Jember oleh pejabat bawahannya agar tidak melakukan pencopotan gambar-gambar Faida yang jumlahnya mencapai ribuan di berbagai fasilitas Pemkab Jember,” ujarnya.

Oleh sebab itu Jumadi Made meminta agar Plt. Bupati Jember segera memerintahkan bawahannya untuk mencopot gambar-gambar yang ada di fasilitas negara seperti yang ada di Ambulans desa, tentunya dengan melibatkan penyelenggara Pemilu dan Kepolisian.

Menyikapi hal itu, Muqiet Arief mengakui jika informasi adanya intimidasi tersebut tidak benar, namun dirinya berkilah akan tetap meminta kepada para pejabat di Pemerintahan untuk netral dalam pelaksanaan Pilkada Jember 2020, membangun komunikasi dan bekerjasama secara teamwork sehingga tercipta kondusifitas roda pemerintahan di Kabupaten Jember.

“Walaupun hanya 72 hari sebagai Plt. Bupati Jember, tugas saya cukup berat, ada sejumlah agenda yang harus diselesaikan sampai masa tugas saya sebagai Plt. selesai, oleh sebab itu kami akan tetap membangun komunikasi internal dan eksternal,” katanya

Paska memberikan klarifikasi Muqiet Arief segera pamit karena harus mengikuti rapat video conference dengan Kemendagri, tapi ternyata klarifikasi dari Plt. Bupati Jember tidak begitu saja dipercaya, karena jawaban dari Plt. Bupati Jember tersebut terkesan ingin mendinginkan suasana dan tercipta situasi yang kondusif dan beberapa elemen warga tersebut masih meyakini jika informasi adanya intimidasi tersebut adalah benar.

Sejumlah elemen warga Jember itupun akhirnya memutuskan untuk mendatangi langsung ruangan pejabat yang mereka tuding telah menekan Plt. Bupati Jember di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Jember.

Achmad Imam Fauzi yang dituding sebagai pejabat loyalis Faida tersebut, menemui langsung para aktivis tersebut dan membantah telah menekan Plt. Bupati Jember untuk tidak menjalankan rekomendasi Kemendagri dan menghalang-halangi rencana Muqit untuk mencopot foto-foto Faida.
Sebagai birokrat, Fauzi berkilah hanya memberikan saran atas langkah-langkah yang akan diambil oleh Plt. Bupati Jember Fauzi tidak menjelaskan secara detail saran apa yang ia maksud.

“Adu domba itu, fitnah, hoaks, saya seperti santri, ketika masih direncanakan, saya memberikan masukan, ketika sudah diputuskan, saya akan jalankan,” kilahnya.
Dari sumber LIRANews.com di lingkup Pemkab Jember beredar santer tentang kebenaran adanya intimidasi dari salah satu pejabat di lingkup Pemkab Jember, bahkan saat chatting WA tersebut sempat ditunjukkan kebeberapa pejabat yang kebetulan berada di sekeliling Plt. Bupati Jember, sayangnya Muqiet Arief tidak bersedia menyebarkan ataupun melakukan screenshot dari WA tersebut sehingga bisa menjadi bukti adanya intimidasi terhadap Plt.. Bupati Jember
Sementara itu, menurut Choironi sebagai Sekretaris DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jember, jawaban dari Plt. Bupati Jember bisa jadi karena Muqiet Arief merupakan seorang Kyai. yang tidak ingin memunculkan konflik di masyarakat, selain itu tampak dari adanya keinginan besar dari Muqiet Arief sebagai Plt. Bupati Jember untuk mencairkan suasana dan melakukan komunikasi dengan empat pimpinan DPRD Jember.

“Telah tersirat jika terjadi kebuntuan komunikasi dan kebekuan suasana yang terjadi antara DPRD Jember dan Pemkab Jember semasa dijabat oleh Faida yang saat ini menjalani cuti karena mencalonkan kembali sebagai Bupati Jember dari jalur perseorangan,” ujarnya.

Apalagi, menurut sekretaris LIRA Jember tersebut, telah ada kesepakatan secara tertulis antara Plt. Bupati Jember dan Pimpinan DPRD Jember jika tugas utama yang harus dijalankan sebagai Plt. Bupati Jember adalah menindaklanjuti arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pembahasan APBD 2020 dan RAPBD 2021.

“Bagian penting dari kesepakatan tersebut adalah soal pencabutan 30 Peraturan Bupati (Perbup) tentang KSOTK yang ditandatangani dan diundangkan tanggal 3 Januari 2019 yang selanjutnya memberlakukan kembali Perbup tentang KSOTK yang ditandatangani dan diundangkan tanggal 1 Desember 2016, karena hal inilah penyebab carut marutnya, sistem birokrasi sehingga menghambat pembahasan APBD 2020,” jelasnya.

Masih menurut Choironi, LIRA Jember akan mendukung setiap kebijakan yang dilakukan oleh siapapun Pemimpin Jember kedepan, asalkan prosedural sesuai peraturan perundang undangan, dilakukan secara profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi aparatur pemerintah, maka hasilnya akan proporsional sesuai kinerja yang sudah dilakukan.

“Kami sebagai lembaga swadaya masyarakat yang mengedepankan kepentingan rakyat, hanya berharap di kabupaten Jember akan tercipta sebuah good government yang clean, clear dan care kepada rakyat,” pungkasnya.
LN-Biro Jember

banner 300x250

Related posts

banner 468x60