Pecat dan Adili Anggota KPU, PPK dan PPS Penerima Gratifikasi dari Petinggi Parpol Kota Bekasi

Politik Uang

Jakarta, LiraNews.com – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, mendesak Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) dan pihak terkait lainnya agar menindaklanjuti informasi adanya dugaan gratifikasi penerimaan suap oleh penyelenggara pemilu kota Bekasi dari salah satu pimpinan Partai Politik (Parpol).

Informasi yang beredar menyebutkan terjadi dugaan plesiran Badan Adhoc Pemilu 2024, meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengikut sertakan salah satu oknum komisioner KPU Kota Bekasi inisial AES ke Bali yang difasilitasi oleh salah satu pimpinan partai politik di kota Bekasi.

Read More
banner 300250

“Pecat anggota KPU, PPK dan PPS yang ikut plesiran apabila terbukti difasilitasi oleh pimpinan partai politik sebagai kompensasi memenangkan kader partai tersebut pada salah satu dapil,” kata Fernando dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (18/5/2024).

Fernando menilai Polisi atau Kejaksaan perlu juga menindak lanjuti tentang dugaan gratifikasi yang diterima oleh komisioner KPU, PPK dan PPS.

“Dugaan persekongkolan dalam melakukan kejahatan pemilu harus dianggap sebagai kejahatan yang serius dan harus diusut tuntas,” tandasnya.

Fernando bahkan mendorong agar semua pihak yang terlibat harus diproses, baik pemberi dan penerima gratifikasi sesuai dengan Undang-Undang dan hukum yang berlaku.

Kata Fernando, jangan sampai ada kesan pembiaran sehingga akan menjadi pembelajaran bagi dapil atau wilayah lain untuk melakukan hal yang sama.

Fernando kuatir pembiaran pelanggaran pemilu akan merusak demokrasi dan tidak akan menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang benar-benar pilihan rakyat.

“Apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan pemilu serentak, jangan sampai terulang kejadian yang serupa karena tidak ada penanganan dan sanksi yang serius dan berat sehingga membuat efek jera,” tuntas Fernando.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *