Pelaku Pembunuhan Siswa Smk Gunung Kaler Bebas, Lsm Perangkap Laporkan Penyidik Ke Propam

  • Whatsapp
banner 468x60

Tangerang, LiraNews.com – Peristiwa pembunuhan siswa SMK 3 Gunung Kaler, di wilayah gunung kaler kabupaten tangerang yang terjadi awal bulan juni 2017 menyisakan banyak pertanyaan.

Peristiwa pembunuhan yang sudah diputuskan bersalah dengan vonis 10 tahun penjara, dimana pengakuan terdakwa di depan pengadilan mengatakan bahwa dia melakukannya secara bersama-sama dengan temannya bernama Aldi, tetapi dalam proses hukum yang harus dijalaninya, Aldi tidak dilibatkan sama sekali bahkan hanya untuk sebagai saksi.

Ketua LSM Perangkap, Andri Silaban mempertanyakan kasus tersebut.

Pihaknya mengikuti secara utuh dari awal, ada indikasi keterlibatan Aldi dalam rencana hingga eksekusi pembunuhan Gunawan dan juga diakui oleh Rio.

Tentunya sangat disayangkan pihak dari penyidik baik dari Polsek Kresek atau Polresta Tangerang juga pihak Kejaksaan sebagai penuntut tidak memeperhatikan hal tersebut.

“Sehingga kami melaporkannya kepada Propam untuk memeriksa penyidik kasus tersebut,” ujarnya.

Informasi yang dikumpulkan pihaknya ketika menemui keluarga korban dan keluarga Rio juga yang terlibat dalam awal permasalahan tersebut menemukan kejanggalan dari proses pemeriksaan awal dari pihak kepolisian sektor (Polsek ) Kresek sebagai pihak pertama yang memproses tindak pidana tersebut.

Seperti yang dituturkan Amin dari awal kejadian hingga timbul dendam Rio dan Aldi terhadap korban Gunawan, diawali datang ke rumahnya, kemudian meminjam HP milik Amin merk Samsung J2 dan menjualnya tanpa sepengetahuan Amin sebagai pemilik HP tersebut.

Amin menceritakannya kepada korban Gunawan yang berinisiatif meminta kepada Rio dan Aldi, tetapi sudah dijualnya dengan pembagian Rp 250 ribu buat Rio dan Rp 500 ribu bagian Aldi.

“Karena hal tersebutlah Rio dan Aldi memendam rasa dendam kepada gunawan yang kemudian dihabisi nyawanya dan jasadnya ditemukan di sekitaran kali di Gunung Kaler,” ungkapnya.

Setelah ditemukan jasad korban oleh warga dan pihak keluarga langsung mencurigai teman sekolah korban yaitu Rio karena terakhir dilihat korban dijemput oleh Rio dirumahnya ketika masih tidur dan tidak kembali lagi sampai diketemukannya jasad korban.

Lalu inisiatif aparat desa untuk menyerahkan tersangka Rio ke pihak berwenang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yaitu Polsek Kreses untuk memproses secara hukum dan mempertanggung jawabkan tindakan yang menghilangkan nyawa teman sekolahnya, Gunawan.

Dari proses penyelidikan awal oleh pihak Polsek Kresek dalam pengembangan perkara dipanggilahAmin, Rio, Aldi, Alex, Jayidin. Dua nama terakhir dipanggil yaitu Jayadin sebagai teman sekolah dan Alex adalah kakaknya dimana ketika sebelum akan dieksekusi korban Gunawan dibawa oleh Rio ke rumah mereka sebelum akhirnya Rio melanjutkan perjalanan di tempat yang telah direncanakan untuk bertemu dengan Aldi yang kemudian Rio dan Aldi menghabisi Gunawan sesuai pengakuan Rio dengan seksama bagaimana dia dan Aldi menghabisi nyawa Gunawan.

Hal itu dikatakannya dalam persidangan tertutup dan rekaman obrolan kepada orang tuanya yang juga diputar diruang sidang. Sedangkan Aldi hanya sekali diperiksa oleh Polsek kresek dengan perlakuan yang berbeda, seperti yang dituturkan oleh saksi lainnya di lokasi yang berdekatan lalu kemudian dipulangkan, dan hingga saat ini Aldi sudah dipindahkan oleh pihak keluarganya dan terlepas dari jeratan hukum. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60