Pelaku Sex Menyimpang Akhirnya Ditangkap

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Polisi langsung bergerak cepat dengan melakukan penangkapan terhadap Gilang Aprilian (32) warga Blok D Kiri Rt 04 Rw 05 Desa Terusan Mulya Dusun Marga Sari Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah.

Pelaku ini saat dilakukan pendalam terungkap kalau dia memiliki penyimpangan sex. Dan dia termasuk mempunyai ketertarikan secara sexual terhadap benda-benda non sexual atau biasa disebutkan dalam dunia medis seksual jenis paraphilia.

Read More

banner 300250

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas didampingi Kombes Pol Jhony Isir Kapolrestabes Surabaya, dalam konferensi pers mengatakan, sebelumnya, Tim Cyber Unit Resmob SatReskrim Polrestabes Surabaya melakukan Patroli Cyber dan di temukan Link akun Twitter @m_fikris menggugah ancaman kekerasan secara pisikis kepada pemilik akun twitter @m_fikris untuk melakukan bungkus tubuh dengan kain jarik dengan alasan riset akademik.

Setelah itu polisi melakukan koordinasi dengan pihak Unair karena yang bersangkutan mahasiswa disana. Lalu muncul tiga korban yang berani melaporkan ke Polisi. Bahkan polisi sempat juga membuka posko untuk siapa saja yang sudah menjadi korban.

Pada Kamis (6/8/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, Tim dari Polrestabes Surabaya dipimpin Kanit Resmob IPTU Arif Risky beserta 3 orang anggota datang dan berkoordinasi dengan SatReskrim Polres Kapuas.

Tim Gabungan bergerak menuju Jalan Cilik Riwut Gang 6 Handel Selamat No 030 Rt 21 Kelurahan Selat Dalam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah dan berhasil mengamankan Gilang untuk dibawa ke Polres Kapuas.

“ Pelaku pada hari Jumat (7/7/2020) sudah dapat diamankan dan dibawa ke Surabaya. Karena proses penangkapan dalam masa Pandemi dan sudah dilakukan Rapid Test di RSUD Kapuas dengan hasil pengecekan Non Reaktif ( NR),” kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas didampingi Kombes Pol Jhony Isir Kapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

“Kita memberikan apresiasi Polres Kapuas dan juga Polda Kalteng yang membantu proses penangkapan pelaku Fetish kain Jarik ini,” tambah Trunoyudo.

Lebih lanjutkan dikatakan Trunoyudo, dalam pembuatan video itu, Tersangka posis di Kalimantan lalu menghubungi korban (F) melalui chat pribadi Instagram dengan akun “mufis @m_fikris”. Posis korban sendiri ada di Banyumas Jateng.

Tersangka sendiri menjelaskan keinginannya minta bantuan korban (F), guna penelitian atau riset terkait pembungkusan jenazah dan korban di minta untuk membantu.

“Setelah sepakat korban mempersiapkan alat yang dibutuhkan berupa 3 helai kain jarik, tali rafia bekas dan lakban. Kemudian korban diminta mempraktekan adegan yang dijelaskan oleh tersangka melalui WA dan di video,” ujar Trunoyudo.

Korban dibungkus kain selayaknya pocong dengan beberapa ikatan dan lakban dengan durasi beberapa saat hingga korban merasa sakit dan sesak.

Pembuatan video yang pertama telah dikirim kepada pelaku, namun dia minta kepada korban agar pembuatan video tersebut diulangi dengan alasan ada beberapa adegan yang tidak sesuai.

“Korban sendiri menolak dan tidak mau, tapi tersangka tetap memaksa agar korban mau menuruti permintaan tersangka. Pelaku juga mengancam jika korban tidak mau menuruti permintaannya mengancam hendak bunuh diri,” pungkas kabid humas Polda Jatim. LN-Alam

banner 300x250

Related posts

banner 468x60