Pelantikan Anggota KKI Berbeda Dengan Rekomendasi IDI, Komisi IX DPR RI Segera Panggil Kemenkes

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Secara resmi, Komisi IX DPR RI belum mengetahui adanya pelantikan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang berbeda dengan rekomendasi yang diajukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pasalnya, Komisi IX baru melaksanakan sidang secara efektif mulai Rabu (19/8/2020).

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada para wartawan, Kamis (20/8/2020).

Read More

banner 300250

Saleh mengaku, sejauh ini dirinya baru memperoleh informasi dari media.

“Kemenkes memang tidak pernah melaporkan masalah KKI ini. Setelah ditetapkan orang-orangnya, baru kemudian ada pernyataan dari IDI dan beberapa organisasi profesi terkait,” kata Plh Ketua Fraksi PAN DPR RI ini.

Dalam konteks itu, Saleh mengusulkan, Komisi IX memanggil Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pihak terkait.

“Pada kesempatan itu juga, nanti akan ditelusuri bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya. Semua pihak diharapkan dapat menyampaikan informasi yang diperlukan,” ujar Wakil Ketua MKD DPR RI ini.

Secara pribadi, Saleh memahami keberatan IDI dan beberapa organisasi profesi terkait.

“Sebab, KKI ini adalah instrumen sangat penting di dunia kedokteran,” tuturnya.

Saleh menjelaskan, tugas KKI sendiri tidak hanya mengatur persoalan praktik dokter di hilir, tetapi juga mengatur persoalan pendidikan kedokteran di hulu.

“Karena itu, KKI ini harus kuat dan harus mampu menjalin hubungan erat dengan semua organisasi dan elemen terkait,” pungkas legislator asal Dapil Sumut 2 ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik 17 Anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2020-2025 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 55/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KKI.

Sebanyak 17 anggota KKI itu disumpah berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing di hadapan Presiden.

Ke-17 Anggota KKI yang dilantik adalah:

1. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD.KEMD,. FINASIM,

2. Dr. dr. Dollar,SH.,MH

3. drg. Nurdjamil Sayuti, MARS.,

4. drg. Nadhyanto,Sp.Pros.,

5. dr. Pattiselanno Robert Johan,MARS,

6. drg. Achmad Syukrul A,.M.M.,

7. Prof. Dr.dr Bachtiar Murtala, Sp.Rad (K).,

8. drg. Andriani, Sp.Ort., F.I.C.D.,

9. Sdr. Vonny Naouva Tubagus, MD., Radiologis,

10. dr. Ni Nyoman Mahartini, Sp. PK (K),

11. Drs. Mohammad Agus Samsudin M.M

12. Drs. Hisyam Said., M.Sc.,

13. Prof Intan Ahmaf Musmeinan, Ph.D.,

14. Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D

15. drg. Sri Rahayu Mustikowati, M.Kes., CFrA.,

16. Prof. Dr. drg. Melanie Hendriaty Sadono, M. Biomed.,PBO

17. dr. Hj. Mariatul Fadilah,MARS., Ph.D.,

Keputusan Presiden tersebut mulai berlaku dan ditetapkan pada 11 Agsustus 2020.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60