Pemuda LIRA Riau Minta KPK Usut Oknum Mengaku Pegawai KPK Korupsi Mantan Bupati Kuansing Mursini

Gravatar Image
  • Whatsapp

Pekanbaru, LiraNews – Mursini disebut menyetor dana kepada orang yang mengaku sebagai pegawai KPK. Dana sebesar Rp 650 juta itu disetorkan dua kali, masing-masing Rp 500 juta dan Rp 150 juta pada 2017.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda “Lumbung Informasi Rakyat” (DPW Pemuda LIRA) Provinsi Riau, Daniel Saragi.SH bereaksi keras agar Ketua KPK Firli Bahuri Segera Mengusut Informasi yang mengatakan bahwa ada oknum yang Mengaku sebagai Pegawai KPK agar permasalahan ini bisa Segera tuntas dan segera memproses orang yang Mengaku sebagai Pegawai KPK tersebut.

Sebelumnya, mantan Bupati Kuansing di Riau, Mursini, didakwa atas dugaan korupsi 6 Kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing Rp 13,3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuansing Tahun 2017. Jaksa menyebut dana itu juga disetor kepada orang yang mengaku sebagai pegawai KPK. Kita juga meminta agar KPK Turun langsung Ke Kuansing untuk segera mengusut Tuntas Permasalahan Korupsi yang saat ini Terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai Ketua Pemuda LIRA Provinsi Riau berharap dengan adanya pemberitaan adanya Oknum yang Mengaku sebagai Pegawai KPK dan menerima suap dalam kasus Mantan Bupati Kuansing.

Daniel juga menjelaskan, bahwa permasalahan ini akan Menjadi momentum agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera Turun ke Kabupaten Kuansing Mengusut Tuntas permasalahan korupsi yang sampai hari ini belum tuntas di kota yang disebut Kota Jalur.

Pemuda LIRA Riau merupakan Lembaga sayap LSM LIRA Provinsi Riau dengan Gubernur LSM-LIRA Riau Harmen Fadly, SE yang akrab dipanggil Boma, akan terus mengawal sampai tuntas permasalahan korupsi yang terjadi di Provinsi Riau Khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.

Menanggapi informasi yang diterima KPK bahwa dalam dakwaan perkara Mursini, Mantan Bupati Kuansing, disebut ada pemberian sejumlah uang dari Terdakwa kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK, kami informasikan perkembangannya bahwa:
Inspektorat KPK telah bergerak dan menindaklanjuti informasi ini secara serius dengan berkoordinasi bersama pihak Kejaksaan Tinggi Riau untuk menggali lebih detil informasi awal ini, guna mengungkap siapa sebenarnya oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut.

KPK juga telah meminta kepada Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk bisa mengikuti sidang pemeriksaan Terdakwa Mursini yang akan digelar pada beberapa pekan ke depan secara daring.

Sejauh ini, KPK baru memperoleh informasi mengenai ciri fisik oknum dimaksud yang masih bersifat umum dan abstrak, Bahkan dari keterangan para saksi pun, belum diketahui nama dari orang yang mengaku sebagai pegawai KPK tersebut.

Inspektorat KPK juga terus melakukan pemeriksaan di unit-unit internal. Termasuk pengecekan perjalanan dinas pegawai ke wilayah Riau, Pangkal Pinang, dan sekitarnya pada rentang waktu 2016-2017 sebagaimana peristiwa itu terjadi.

Meskipun peristiwanya telah lampau yaitu ditahun 2017, kami sekali lagi sampaikan bahwa KPK sangat serius untuk memastikan pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi oleh insan KPK dilakukan secara profesional dan tidak menyalahi kaidah-kaidah hukum.

Sehingga kami berharap, pihak Terdakwa bisa membantu KPK untuk mengungkap secara terang mengenai kronologi, positioning oknum dalam perkara ini, dan tentu ciri-ciri fisik yang lebih spesifik.

Selain itu, KPK juga meminta kepada semua pihak untuk selalu waspada dan hati-hati terhadap oknum yang mengaku-ngaku sebagai pihak KPK dan menjanjikan dapat mengurus suatu perkara.

Hal ini sudah kerap terjadi dan banyak memakan korban. KPK dan penegak hukum lainnya pun telah beberapa kali menangkap para pelakunya.

Kami mengimbau masyarakat bila menemui atau mengetahui adanya kejadian serupa, untuk segera lapor ke KPK melalui call center 198 atau melaporkannya kepada aparat penegak hukum setempat. Agar modus penipuan maupun pemerasaan seperti ini tak kembali terulang. LN-Zerry

Related posts