Penambang Lokal Diintimidasi, Kapolres Kotamobagu Diminta Tindak Alat Berat

  • Whatsapp
banner 468x60

Bolmong, LiraNews – Kapolres Kotamobagu diminta segera tindak alat berat yang sedang beroperasi di pegunungan Potolo pencarian tambang Emas Ilegal (PETI).

Pasalnya penambang lokal yang menggantungkan hidupnya di wilayah pertambangan Potolo Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Pasalnya mereka mengaku mendapatkan intimidasi dari oknum yang mengaku aparat penegak hukum.

“Kami dilarang mengambil material secara manual dengan alasan lokasi itu akan di gusur menggunakan alat berat (exavator),” ungkap Sumbe kepada Media.

Aksi dugaan intimidasi oleh oknum yang mengaku aparat penegak hukum ini mendapat kecaman dari tokoh pemuda BMR Nujulkifli Mokodompit SH.

Menurut Nujul dugaan intimidasi dari oknum aparat tersebut tidak mencerminkan kepribadian seorang aparat dan bertentangan dengan Tribrata , “Salah satunya adalah melindungi dan mengayomi masyarakat agar tercipta ketertiban dan keamanan, ” imbuhnya.

Bahkan Nujul dengan tegas meminta kepada  Kapolres kotamobagu untuk segera menghentikan aktifitas alat berat yang sedang beraktifitas di wilayah potolo.

“Saya mendapat informasi bahwa saat ini ada enam alat berat exavator yang sedang melakukan pengerukan di wilayah Potolo, kenapa itu dibiarkan ada apa dengan hukum di Bolmong ini. Bukankah aktifitas alat berat itu yang masih lebih beresiko dari pada dengan cara manual,” ujar Nujul kesal.

Sebagai warga Bolaang Mongondow mewakili penambang manual yang mencari rejeki untuk anak istrinya meminta kepada kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya sejati Sik untuk segera menghentikan aktifitas alat berat yang beroperasi di wilayah Potolo sebelum ada korban jiwa.

Lanjut Nujul, saat ini proses hukum terhadap terduga pelaku peti sedang berproses kenapa hanya mereka yang di tindak bukankah hukum berlaku bagi seluruh warga negara ?

Diketahui wilayah Potolo menjadi sumber mata pencaharian penambang lokal yang untuk menghidupi anak dan istri mereka di tenga kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid- 19. LN-Agus

banner 300x250

Related posts

banner 468x60