Pencitraan Mainan Asing Dan Aseng Di  2019?

  • Whatsapp
banner 468x60

Catatan Rabu Pagi:

Jakarta, LiraNews.com – Nampaknya Kekuatan Asing, Aseng dan Pemodal Global berusaha memelihara pencitraan Jokowi agar tetap moncer dan mentereng baik sekarang maupun jelang Pilpres 2019 nanti.

Di luar Negeri Jokowi di citrakan dengan Presiden hebat dan sederhana dan merakyat. Sehingga perlu di buatkan Patung Lilin di Madame Tussaud di Hongkong. Dan beberapa hari lalu di ekspose, Jokowi adalah berada di urutan 13. Tokoh Islam dunia yang berpengaruh.

Terus terang, bingung dengan pencitraan seperti itu. Waktu Jokowi ke Hong Kong saat peresmian patung lilin nya mendapat demo besar TKI/TKW di sana. Berita soal patung lilin pun sepi. Karena antara apa yang di janjikan dengan fakta yang di rasakan para pekerja kita di sana bertolak belang dengan apa yang di citrakan. Baca tlusan “Patung Lilin Sudah Lama Mencair, klikaktifis.com

Soal penempatan di urutan 13 sebagai Tokoh Islam berpenagruh di dunia. Ini sangat kontraptoduktif dengan apa yang di lakukan oleh Jokowi dalam Negeri. Selama ini apa yang di perbuat oleh Jokowi terhadap suara2 Protes Kaum Muslim yang berjuang dalam bentuk aksi massa jutaan terhadap penghinaan Alquran oleh Gubernur DKI? Malah Jokowi sebagai Presiden dan pribadi terlihat sangat melindungi mantan Wagub nya itu.

Kalau bukan tekanan Massa Aksi Umat dan opini besar di Media Sosial, aparat keamanan dan hukum tidak bergeming atas kasus Penistaan Agama itu. Karena Media mainstrem cenderung berpihak dan di kendalikan rezim Jokowi, kecuali hanya beberapa saja.

Belum lagi cara Jokowi manage Pemerintahan yang mencekik rakyat dengan berbagai kebijakan nya. Di mana dampak dari kebijakan yg mnggerogoti kehidupan Rakyat itu banyak di alami oleh Kaum Mayoritas dari Kalangan Muslim. Di dunia Islam pun tidak terdengar prestasi gemilangnya tentang Problematika Umat Islam Dunia. Soal Nasib Kaum Muslim Rohingnya di Myanmar, misalnya, malah Presiden Turki Erdogan lebih peduli. Saat kedatangan Ulama dan Dai Dr Zakir Naik ke Indonesia saja Jokowi ogah ketemu. Juga pembubaran HTI. Selain menciderai demokrasi, juga merusakan Dakwah Islam. Juga Kriminalisasi Ulama yang terlihat seperti di setujui Presiden Joko Widodo.

Dari sejumlah catatan di atas maka, penempatan di urutan 13, terhadap popularitas sebagai Tokoh Dunia Islam yang berpengaruh patut di pertanyakan.

Alasan lebih dekat dengan penempatan di urutan 13 Tokoh Dunia Islam lebih kepada agenda Politik untuk kepentingan menjaga citra sekarang sampai dengan Pilpres 2019. Itu yang kelihatan lebih pantas dan masuk akal. Apalagi posisi Jokowi terancam setelah Gubernur Ahok si Penista Agama yang di lindungi nya selama ini Salah dan Di Penjara. Kasus Penistaan Agama Ahok ini adalah Citra buruk dan mimpi kelam yang menhantui pencitraan selama ini.

Maka tiba2 muncul penokohan terhadap Jokowi dapat di pahami pada kepentingan Asing, Aseng dan Kekuatan Pemodal Besar atau Kelompok Kapitalis Dunia. Mereka lah terlihat memainkan isu itu. Mainan ini, ibarat Kucing yang di poles sebagai Harimau.

Jakarta, 24 Mei 2017

Muslim Arbi, Front Perjuangan Muslimin Indonesia

banner 300x250

Related posts

banner 468x60